Danareksa revisi target dana kelolaan

JAKARTA: PT Danareksa Investment Management menurunkan target dana kelolaan tahun ini menjadi Rp13 triliun dari sebelumnya Rp15 triliun karena pergerakan pasar modal yang kurang baik Direktur Danareksa Investment Management Prihatmo Hari Mulyanto
Teguh Purwanto
Teguh Purwanto - Bisnis.com 05 Desember 2011  |  20:39 WIB

JAKARTA: PT Danareksa Investment Management menurunkan target dana kelolaan tahun ini menjadi Rp13 triliun dari sebelumnya Rp15 triliun karena pergerakan pasar modal yang kurang baik Direktur Danareksa Investment Management Prihatmo Hari Mulyanto mengatakan pihaknya menyatakan optimistis revisi target dana kelolaan (asset under management/AUM) akhir tahun itu dapat tercapai. Dana kelolaan perseroan pada akhir November sudah mencapai Rp12,5 triliun. "Kami optimistis itu dapat tercapai. Kemarin ini kan pasar modal sedang bergejolak, jadi ikut berpengaruh," ujarnya, hari ini. Dia mengatakan dari dana kelolaan Rp12,5 triliun itu sebanyak 82,4% atau sekitar Rp10,3 triliun merupakan dana kelolaan reksa dana, sisanya 16% atau Rp2 triliun merupakan kontrak bilateral atau yang biasa disebut dengan KPD, dan 1,6% atau Rp200 miliar merupakan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA). Adapun dana kelolaan reksa dana, lanjut dia, paling besar adalah reksa dana saham sebesar Rp2 triliun, sisanya terbagi untuk reksa dana campuran, reksa dana penyertaan terbatas (RDPT), reksa dana terproteksi, dan jenis reksa dana lainnya. Ketika ditanyakan gambaran pertumbuhan dana kelolaan perseroan pada 2012, Prihatmo masih belum bisa mengungkapkan. Dia hanya memperkirakan volatilitas pasar modal pada tahun depan masih akan terjadi. Hal itu juga membuat perseroan berhati-hati dalam menerbitkan produk reksa dana baru. "Tahun depan tantangan terutama dari sisi makro ekonomi dan situasi pasar yang belum jelas. Kemungkinan masih volatile. Ada beberapa reksa dana yang akan kami terbitkan, tetapi akan melihat kondisi pasarnya dulu," ungkapnya. (tw)  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top