Transaksi emas online tumbuh pesat

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 03 Desember 2011  |  09:26 WIB

 

BANDUNG: Rangkuman berita ekonomi yang terbit di sejumlah koran lokal di Bandung hari ini antara lain menyoroti masih banyaknya pelaku usaha yang belum daftar HaKI, investasi emas online kian diminati, dan penjualan Toyota di Jabar terdongkrak varian baru. Berikut rangkumannya:
 
PEMALSUAN PRODUK: Banyak pengusaha yang belum memiliki kesadaran mendaftarkan produknya ke Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) Kementerian Hukum dan HAM.
 
Akibatnya, produk kerajinan Jawa Barat rentan dipalsukan. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat Netty Prasetyani mengaku,produk kerajinan baru terus bermunculan. Sayangnya,kesadaran pelaku usaha mencatat produknya di HaKI masih sangat kurang terutama pelaku usaha atau pengrajin pemula berskala kecil.
 
”Banyak perajin yang belum berpikir pentingnya HaKI.Padahal pencatatan HaKI bisa melindungi kerajinan tersebut dari plagiasi produk,”kata Netty di sela-sela Press Conference Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2011 di Gedung Dekranasda Jabar,Kota Bandung.
 
Menurut Netty, sejumlah produk kerajinan yang belum mendapat perlindungan HKI di antaranya bordir. Produk tersebut banyak berkembang di Tasikmalaya dan telah dikenal pelaku industri di Tanah Air sebagai pusat bordir. Lemahnya HaKI produk juga menyebabkan rendahnya nilai jual produk. (Sindo Jabar)
 
EMAS ONLINE: Investasi emas melalui media online cenderung terus tumbuh selama tiga tahun terakhir. Fleksibilitas menjadi salah satu keunggulan dibandingkan dengan investasi emas secara fisik.
 
“Emas online di luar negeri sebenarnya sudah lama, di Indonesia mulai dikenal sekitar 10 tahun terakhir. Tetapi selama tiga tahun terakhir, orang sudah melihat emas tidak hanya sebagai perhiasan, tetapi sebagai investasi, karena memberikan keuntungan yang besar,” kata Head of Education PT Monex Investindo Futures Johannes Ginting.
 
Ia menjelaskan, ketertarikan orang untuk berinvestasi emas tidak terlepas dari krisis keuangan tahun 2008 lalu.
 
Kredit suprima (subprime mortgage) yang macet di Amerika Serikat saat itu ikut berimbas terhadap pasar saham dan pasar uang dunia, termasuk di Indonesia. (Pikiran Rakyat)
 
 
PENJUALAN TOYOTA: Sejak pertama kali beredar pada tahun 2004, kehadiran Toyota Avanza langsung merebut hati para konsumen. Terbukti, Avanza berkontribusi besar bagi kinerja PT Toyota Astra Motor (TAM), selaku agen tunggal pemegang merek Toyota Jepang.
 
“Setiap tahunnya, pangsa pasar MPV low tumbuh 5%. Karenanya, tidak heran, pasar Avanza pun terus tumbuh,” kata Kepala Cabang Auto 2000 Soekarno Hatta Rusli Guntoro, pada Archieving Million of Dreams Touring With All New Avanza & All New Avanza Veloz, di Bandung.
 
Menurut Rusli selama periode Januari-September 2011 di Jabar, Avanza merebut pasar MVP Low sebesar 57%. Hadirnya dua varian baru, All New Avanza dan All New Avanza Veloz, diharapkan, dapat lebih mendongkrak pangsa pasar, termasuk volume penjualannya. (Tribun Jabar) (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ajijah

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top