Inflasi Jabar tahun ini diprediksi 3%

BANDUNG: Badan Pusat Statistik Jawa Barat memprediksi inflasi sampai dengan akhir 2011 (year to date) masih di kisaran 3%-4% atau lebih rendah dari tahun lalu.Kepala BPS Jabar Lukman Ismail mengatakan pada tahun lalu untuk periode yang sama inflasi di
News Editor
News Editor - Bisnis.com 01 Desember 2011  |  17:55 WIB

BANDUNG: Badan Pusat Statistik Jawa Barat memprediksi inflasi sampai dengan akhir 2011 (year to date) masih di kisaran 3%-4% atau lebih rendah dari tahun lalu.Kepala BPS Jabar Lukman Ismail mengatakan pada tahun lalu untuk periode yang sama inflasi di Jabar hampir mencapai 6%.“Gejolak harga tahun lalu berbeda dengan tahun ini yang relatif stabil,”katanya di Bandung hari ini.Dia menambahkan untuk inflasi bulanan sendiri tidak terlalu berbeda dengan Desember 2010. Tahun lalu inflasi Desember di Jabar sebesar 0,73%.“Mungkin tahun ini juga lebih rendah. Khusus untuk akkhir tahun dimana ada momen Natal dan Tahun Baru, tekanan harga yang terjadi tidak sebesar saat momen Lebaran,”jelasnya.Dia melanjutkan IHK Gabungan Jabar pada November 2011 naik jika dibandingkan dengan IHK Oktober 2011 sebesar 0,51%. “Jika secara y-o-y inflasi gabungan Jabar pada November sebesar 3,22%” katanyaBPS Jabar, lanjutnya, memantau inflasi di tujuh kota di Jabar, yaitu Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, Bekasi, Bogor, Sukabumi, dan Depok.Menurutnya, harga beras dan beberapa komoditas bahan makanan menjadi penyebab utama inflasi di beberapa kota di Jabar, salah satunya di Kota Tasikmalaya.Kota tersebut memegang inflasi tertinggi dibanding kota lainnya, yaitu 0,64% pada November 2011.Sementara kota lainnya masih berada di kisaran 0,4%-0,57%.“Kota Tasikmalaya mengalami inflasi tertinggi karena kenaikan dan tingginya harga beras di sana,”katanya.Dia mengatakan tingginya permintaan rumah terhadap komoditas di kelompok bahan makanan itu sebagai dampak dari hari raya Qurban dan banyaknya acara pernikahan atau hajatan selama bulan November.“Hal itulah yang menyebabkan terjadinya inflasi di kelompok bahan makanan. Selain beras, cabai merah, telur dan daging ayam berkontribusi terhadap inflasi di kelompok bahan makanan,” katanya.Sekretaris Forum Koordinasi Pengendalian Inflasi (FKPI) Jawa Barat Tigor Sinaga mengatakan untuk mengatasi tekanan inflasi dari sisi suplai yang memengaruhi harga bahan pangan, FKPI Jabar terus memantau perkembangan harga komoditas-komoditas tersebut.“Pemrov Jabar juga masih memiliki dana Operasi Pasar dan Pasar murah yang bisa digunakan jika terjadi kenaikan harga berlebihan pada akhir tahun,” katanya.Dia mengatakan alokasi anggaran yang sudah disiapkan pemerintah sejak awal tahun tersebut sebesar Rp38,5 miliar.Tigor juga mengamini pernyataan BPS Jabar yang memprediksi inflasi 2011 bisa lebih rendah dari tahun lalu.”Banyak faktor yang menyebabkan inflasi tahun lalu tergolong tinggi, gejolak harga tidak bisa direndam disertai faktor kekeringan yang menyebabkan komoditas pangan terganggu. Tapi, untuk tahun ini stabilisasi harga dan daya beli masyarakat cukup terjaga,” paparnya. (k29/Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Dinda Wulandari

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top