Asuransi Cigna bidik pertumbuhan bisnis 25%-30%

JAKARTA: PT Asuransi Cigna, perusahaan asuransi kesehatan yang asal Amerika Serikat, membidik pertumbuhan bisnis 25%-30% pada tahun depan dengan memanfaatkan penjualan melalui jalur distribusi telemarketing.“Jika melihat GDP Indonesia saat ini,
Aurelia Nelly
Aurelia Nelly - Bisnis.com 01 Desember 2011  |  21:05 WIB

JAKARTA: PT Asuransi Cigna, perusahaan asuransi kesehatan yang asal Amerika Serikat, membidik pertumbuhan bisnis 25%-30% pada tahun depan dengan memanfaatkan penjualan melalui jalur distribusi telemarketing.“Jika melihat GDP Indonesia saat ini, tren kebutuhan asuransi semakin tinggi. Kesadaran orang terhadap proteksi risiko semakin tinggi. Jalur distribusi telemarketing menjadi andalan kami. Selain itu ada juga jalur distribusi bancassurance,” ujar Chief Marketing Officer Asuransi Cigna Th. Wiryawan ketika berkunjung ke kantor Bisnis, hari ini.Sampai dengan September tahun ini, perusahaan mencatatkan revenue sebesar Rp666 miliar dengan pertumbuhan earning sebesar 140%.Dia mengatakan jalur telemarketing memberikan kontribusi tertinggi terhadap perolehan bisnis perusahaan. Sebanyak 70% perolehan bisnis perusahaan berasal dari jalur tersebut.“Kami memang sudah tidak menggunakan agen sejak 2002 lalu. Perusahaan ini kuat dalam telemarketing, meskipun tidak mudah ketika membangunnya pertama kali,” ujarnya.Pada saat ini pihaknya memiliki 900 armada telemarketing. Sebanyak 250 orang di antaranya bekerja dengan menggunakan predictive dialed system (PDS) yang memiliki tingkat efisiensi lebih tinggi dibandingkan cara konvensional. Perusahaan berencana menambah 100 telemarketer ber-PDS pada tahun depan.Alpha Omega G. Aquino, Senior Vice President Affinity Business Asuransi Cigna, mengatakan pihaknya menanamkan modal senilai US$2 juta untuk memulai PDS pada awal tahun lalu. Sistem tersebut, ujarnya, mendongkrak efisiensi kerja telemarketer untuk mendapatkan kontrak rate dari 30%--40% menjadi 50%.Dia menambahkan jalur telemarketer dapat mencatatkan 500.000 data per bulan atau 6 juta data per tahun.“Dalam sehari rata-rata terjadi dua sampai tiga closing yang dilakukan oleh seorang telemarketer,” katanya.Sementara itu sebanyak 30% perolehan bisnis berasal dari kontribusi jalur bancassurance atau pemasaran produk asuransi bekerjasama dengan bank. Cigna mulai fokus mengembangkan lini distribusi bancassurance pada tahun lalu. Adi Darmaputra, Associate Director Head of Bancassurance, mengatakan terjadi pertumbuhan signifikan sejak perusahaan fokus mengembangkan lini tersebut.“Kami sudah lama mencoba bancassurance, tetapi baru fokus pada setahun terakhir. Awalnya kontribusi lini distribusi tersebut kurang dari 10%. Sekarang menjadi 30%. Kami masih akan meningkatkan bisnis bancassurance,” ujarnya.Saat ini, ujar Wiryawan, perusahaan sedang menjajaki kerjasama bisnis dengan salah satu bank terbesar di dalam negeri. Adapun jumlah bank yang telah menjalin kerjasama distribusi dengan Cigna mencapai 12 perusahaan.Reginald Josiah Hamdani, Associate Director Head of Strategic Marketing Asuransi Cigna, menambahkan akan masuk ke segmen-segmen khusus untuk meningkatkan kesadaran dan kebutuhan masyarakat terhadap asuransi, khususnya Asuransi Cigna.“Asuransi tidak selalu tentang mereka yang sudah matang dan dari kalangan atas. Salah satu segmen yang sangat menarik adalah anak muda. Kami bisa masuk melalui gaya hidup mereka,” ujarnya. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top