Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabar Jabar: Investasi Jabar sudah menyentuh Rp38,48 triliun

BANDUNG (bisnis-jabar.com): Rangkuman berita ekonomi dari media massa yang terbit di Bandung hari ini a.l. Realisasi investasi Jawa Barat tahun ini diyakini dapat melampaui target menyusul pencapaian hingga kuartal III/2011 sudah menyentuh Rp38,48 triliun
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 November 2011  |  06:42 WIB

BANDUNG (bisnis-jabar.com): Rangkuman berita ekonomi dari media massa yang terbit di Bandung hari ini a.l. Realisasi investasi Jawa Barat tahun ini diyakini dapat melampaui target menyusul pencapaian hingga kuartal III/2011 sudah menyentuh Rp38,48 triliun dan UKM di Jabar kian tersudut. Berikut rangkuman lengkapnya:REALISASI INVESTASI: Realisasi investasi Jawa Barat tahun ini diyakini dapat melampaui target menyusul pencapaian hingga kuartal III/2011 sudah menyentuh Rp38,48 triliun dari target Rp39,47 triliun.Data Badan Koordinasi Penanaman dan Promosi Modal Daerah (BKPPMD) Jawa Barat menunjukan perkembangan realisasi investasi triwulan III/2011 untuk penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN) sudah tercapai 97,5% dari target yang ditetapkan."Investasi Jabar sudah terealisasi 97,5% dari target. Melihat kondisi ini, Jabar dapat melampaui target menjadi 120-130%,” kata Kepala BKPPMD Jabar Agus Gustiar kepada bisnis hari ini.Agus menambahkan realisasi triwulan III/2011 ini bahkan lebih besar dari periode yang sama tahun lalu. Pada triwulan III/2010 realisasi investasi PMA dan PMDN Jabar sebesar Rp15 triliun.Menurutnya kondisi  makro ekonomi, pola konsumsi, dan posisi Indonesia di tingkat ASEAN turut mendukung terwujudnya realisasi investasi yang baik di Jabar. (BISNIS INDONESIA)GABAH INDRAMAYU: Sub Divre Bulog Indramayu menargetkan pengadaan gabah pada 2012 mendatang diatas 60.000 ton. Kasub Divre Bulog Indramayu Sudarsono mengatakan, pengadaan gabah pada tahun depan diharapkan dapat lebih maksimal dibandingkan tahun ini.“Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar penyerapan gabah bisa lebih optimal,” katanya. Salah satu yang dilakukan adalah memaksimalkan peran mitra-mitra Bulog di masingmasing desa. “Mitra Bulog yang kita miliki akan dimaksimalkan agar dapat melakukan penyerapan gabah dari petani dengan jumlah besar,”katanya. Sementara itu, target pengadaan gabah pada tahun ini sebesar 80.000 ton.Dari jumlah tersebut, bulog hanya mampu menyerap 60% dari total target pengadaan gabah. Dia mengatakan, pencapaian pengadaan gabah pada tahun ini sulit terealisasi. Hal itu akibat sudah tidak ada panen padi di sejumlah wilayah di Kecamatan Indramayu. Saat ini, serapan gabah hanya berasal dari sisa gabah hasil panen yang masih disimpan petani. “Meski penyerapan gabah masih dilakukan melalui sejumlah mitra-mitra bulog, namun jumlahnya tidak akan signifikan,”katanya. (SEPUTAR INDONESIA JABAR)UNDIAN BJB: PT Bank Pembangunan Daerah Jabar dan Banten Tbk (Bank BJB) mulai membagikan 340 unit hadiah pada program Undian Petik Hadiah Bank BJB 2011 kepada ratusan nasabah Bank BJB.Hadiah bernilai miliaran rupiah tersebut terdiri atas satu unit mobil Mercedez Benz E-250 CGI Elegance, 39 unit mobil Honda Jazz, 100 sepeda motor Honda Vario, serta 200 LCD TV.Pada tahap awal,Bank BJB membagikan 8 unit mobil, 18 motor, dan 33 LCD untuk nasabah di kawasan Banten. Meliputi nasabah dari Tangerang, Cilegon, Serang, Pandeglang, Rangkasbitung, dan Labuan.Menurut Sekretaris Perusahaan Bank BJB Toto Susanto, apresiasi terhadap nasabah perorangan diberikan pada pemegang produk tanda mata,tanda mata gold,tanda mata dollar, serta deposan perorangan dalam bentuk rupiah dan valas. Dia mengatakan, program tersebut rutin diberikan setiap tahun oleh Bank BJB. (SEPUTAR INDONESIA JABAR)KUKM JABAR: Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Provinsi Jawa Barat mengkhawatirkan keberadaan usaha kecil dan menengah (UKM) setelah semakin menjamurnya minimarket.Kepala Dinas KUMKM Wawan Hernawan mengakui, menjamurnya minimarket kesejumlah pelosok Jabar membuat UKM sektor ritel tergerus. Tidak hanya di kawasan pemukiman, mi-nimarket tersebut pun menggerus pedagang di sekitar pasar tradisonal akibat tidak adanya pembatasan wilayah. “Harga barang di minimarket yang cenderung lebih murah menyebabkan pedagang kecil kalah bersaing. Semestinya, setiap daerah punya aturan yang jelas terkait izin pendirian minimarket,”terang Wawan di Bandung,kemarin.Dia mengungkapkan, minimarket semakin menjamur. Bahkan jaraknya cenderung berdekatan. Ketua persatuan warung dan pasar tradisional (pesat) Jawa Barat, Usep Iskandar Widjaya mengakui, ribuan pedagang kios dan warungan tradisional di Jawa Barat semakin tergerus dan gulung tikar. Penyebabnya, penyebaran mini market yang semakin tak terkendali. “Minimarket sudah masuk sampai tingkat RW. Imbasnya, pelaku usaha kecil di tingkat RW tidak bisa bersaing.Akibat masalah tersebut,tidak sedikit warung dan kios gulung tikar,” kata Usep akhir pekan lalu. (SEPUTAR INDONESIA JABAR)(api) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Muhammad Sufyan

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top