Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tokio Marine ingin masuki bisnis asuransi jiwa Indonesia

JAKARTA: PT Asuransi Tokio Marine Indonesia – perusahaan joint venture antara Tokio Marine Asia dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) yang bergerak di bidang asuransi umum – akan masuk ke bisnis perlindungan asuransi jiwa dan kesehatan
Aurelia Nelly
Aurelia Nelly - Bisnis.com 24 November 2011  |  15:47 WIB

JAKARTA: PT Asuransi Tokio Marine Indonesia – perusahaan joint venture antara Tokio Marine Asia dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) yang bergerak di bidang asuransi umum – akan masuk ke bisnis perlindungan asuransi jiwa dan kesehatan dengan membentuk perusahaan asuransi jiwa.Presiden Direktur Asuransi Tokio Marine Indonesia Mitsutaka Sato mengatakan akan masuk ke bisnis perlindungan asuransi jiwa karena peluang bisnis yang tinggi bidang tersebut. Hanya saja, Sato menolak menyebutkan waktu tertentu untuk merealisasikan rencana tersebut.Dia mengatakan tidak akan menolak semua kemungkinan dan peluang-peluang yang memungkinkan untuk masuk ke sektor bisnis tersebut, termasuk kemungkinan membeli perusahaan-perusahaan asuransi yang memiliki masalah permodalan.“Saat ini kami baru bergerak di bidang asuransi umum, belum masuk ke bisnis perlindungan kesehatan dan jiwa. Kami berencana masuk ke situ [asuransi jiwa]. Bisnis asuransi jiwa sangat menjanjikan. Peluangnya tinggi,” ujarnya ketika ditemui Bisnis, hari ini.Induk usaha Tokio Marine Indonesia, yaitu Tokio Marine Asia, baru saja membentuk perusahaan asuransi jiwa di India. Dengan demikian, hingga saat ini perusahaan telah memiliki anak usaha asuransi jiwa di lima negara, termasuk China, Malaysia, Singapura, dan Thailand.Perusahaan yang beroperasi di Indonesia sejak 1975 ini bergerak di bidang asuransi kerugian dengan portofolio terbesar adalah proteksi asuransi properti, kendaraan bermotor, dan marine cargo. Department Head of Bancassurance Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Handojo Gunawan Kusuma mengatakan bisnis asuransi jiwa masih memiliki peluang besar untuk tumbuh dalam jangka panjang. Potensi bisnis tersebut, lanjutnya, menarik sejumlah investor asing untuk masuk ke dalam bisnis asuransi jiwa di dalam negeri.“Setahu saya, ada perusahaan dari Jepang dan Korea yang berencana masuk [mendirikan perusahaan asuransi jiwa],” ujarnya.Dia memperkirakan pangsa pasar asuransi jiwa akan naik 25%-30% pada tahun depan. Dia menunjukkan aset industri asuransi jiwa dapat tumbuh menjadi Rp500 triliun pada 2014. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top