AS suntik US$28,5 juta ke hutan Borneo

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 September 2011  |  18:52 WIB

 

JAKARTA: Pemerintah Indonesia dan Amerika menandatangani kesepakatan debt for nature swap dalam kerangka Tropical Forest Conservation Act (TFCA) II senilai US$28,5 juta. 
 
Pemerintah Indonesia diwakili Kementerian Kehutanan dan Kementerian Keuangan, sedangkan pemerintah Amerika diwakili Kedutaan Amerika di Jakarta. 
 
Dana senilai US$28,5 juta itu akan digunakan untuk membantu upaya pelestarian hutan dan mitigasi perubahan iklim di Indonesia,  khususnya di Kalimantan. Dalam mengimplementasikan program TFCA II itu, kedua negara didukung dua swap partners, yakni The Nature Conservancy dan WWF. 
 
Debt for nature swap adalah pengalihan utang yang digunakan untuk membiayai program konservasi keanekaragaman hayati dan hutan tropis. Kesepakatan ini diatur dalam US TFCAT yang berisi bahwa Pemerintah Amerika dapat mengalihkan utang dari negara-negara yang memiliki hutan tropis untuk tujuan konservasi hutan.
 
Kesepakatan ini akan melahirkan model-model konservasi hutan tropis dan mitigasi perubahan iklim untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. 
 
Saat ini difokuskan di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Berau dan Kutai Barat di Kalimantan Timur serta Kabupaten Kapuas Hulu di Kalimantan Barat. 
 
Komitmen pemerintah daerah terhadap konservasi area hutan yang luas disertai dengan keanekaragaman hayati dan kandungan karbon yang tinggi menjadikan ketiga Kabupaten tersebut terpilih untuk menjadi model dalam pelaksanaan program TFCA II.  
 
Pelaksanaan program akan melibatkan berbagai pihak, khususnya masyarakat madani yang akan berperan sebagai pelaksana program. 
 
“Kerja sama kedua negara melalui program TFCA II ini akan memberikan kontribusi kepada komitmen Pemerintah Indonesia dalam rangka melindungi hutan dan keanekaragaman hayati serta mengurangi emisi gas rumah kaca sebagaimana telah dituangkan dalam Rencana Strategi Kementerian Kehutanan,” kata Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan dalam rilis yang disampaikan ke Bisnis. 
 
Direktur ad-interim Forest Program Indonesia Ade Soekadis menuturkan The Nature Conservancy mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Berau dalam kerangka Program Karbon Hutan Berau. (arh)  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Gloria Natalia

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top