Asuransi Jiwa Tugu targetkan premi Rp150 miliar

SURABAYA: PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri memprediksi perolehan premi akhir tahun ini mencapai Rp150 miliar.Maryoso Sumaryono, Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri mengatakan premi yang berhasil dikumpulkan perseroan sampai dengan Agustus 2011
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 September 2011  |  19:15 WIB

SURABAYA: PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri memprediksi perolehan premi akhir tahun ini mencapai Rp150 miliar.Maryoso Sumaryono, Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri mengatakan premi yang berhasil dikumpulkan perseroan sampai dengan Agustus 2011 mencapai Rp132 miliar, melebihi target akhir tahun yang awalnya dipatok Rp 109 miliar."Kami prediksi hingga  akhir tahun nanti ada tambahan premi sekitar Rp20 miliar hingga Rp30 miliar, sehingga total bisa mencapai Rp150 miliar," katanya pada wartawan, hari ini. Dengan demikian, pertumbuhan premi tahun ini  dibanding tahun lalu yang hanya Rp76 miliar berkisar 97%.Dari segi jumlah nasabah, sampai dengan Agustus 2011, total peserta asuransi kesehatan Tugu Mandiri mencapai 56.360 orang, naik 185% dari tahun sebelumnya yang berjumlah 19.803 peserta. Peserta asuransi jiwa per Agustus tahun ini mencapai 74.526 peserta, naik 134% dari tahun sebelumnya yakni 31.758 peserta. Untuk program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) tercatat total 33.115 peserta.Menurut Maryoso, berbagai kenaikan yang cukup drastis tersebut disebabkan permintaan masyarakat akan produk asuransi masih cukup besar. "Produk yang kami keluarkan juga rupanya cukup memenuhi kebutuhan dari berbagai korporasi yang bekerjasama dengan kami," jelasnya.Sementara itu, perusahaan asuransi jiwa dengan pemegang saham terbesar Dana Pensiun Pertamina ini mematok target perolehan premi asuransi berbalut investasi alias unitlink pada tahun pertamanya berkisar Rp30 miliar hingga Rp50 miliar. Produk asuransi yang menyasar konsumen ritel ini rencananya akan diluncurkan mulai tahun depan."Segmen ritel lebih menjanjikan adanya pertumbuhan yang berkelanjutan atau sustainable growth,sehingga kami berencana untuk memasuki pasar tersebut tahun depan," katanya pada wartawan, hari ini.Untuk memasuki pasar ritel ini, tambahnya, perseroan tengah melakukan sejumlah persiapan untuk berbagai sektor seperti infrastruktur, sistem, agen maupun basis data calon nasabah individu."Untuk rantai distribusi, kami akan menggandeng sejumlah bank untuk menjadi mitra kerja perseroan, sehingga biaya yang dikeluarkan tidak sebanyak jika kami membuka kantor-kantor cabang," terangnya.Maryoso berharap, dalam lima tahun mendatang pertumbuhan produk asuransi untuk ritel melebihi produk untuk korporasi. Dalam jangka waktu yang sama, dia mengharapkan, aset perseroan mencapai Rp1 triliun, naik 150% dari aset saat ini yang hanya Rp400 miliar.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bunga Citra Arum N

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top