Omzet Pegadaian tak terpengaruh harga emas turun

SURABAYA: Perum Pegadaian Kantor Wilayah XIII Surabaya memprediksi penurunan harga emas beberapa hari terakhir ini tidak banyak mempengaruhi omzet penjualan emas batangan melalui program "Mulia".Ady Arijantoko, juru bicara Perum Pegadaian Kanwil
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 September 2011  |  12:08 WIB

SURABAYA: Perum Pegadaian Kantor Wilayah XIII Surabaya memprediksi penurunan harga emas beberapa hari terakhir ini tidak banyak mempengaruhi omzet penjualan emas batangan melalui program "Mulia".Ady Arijantoko, juru bicara Perum Pegadaian Kanwil XIII Surabaya menyatakan penurunan harga emas tersebut diprediksi hanya fluktuasi, bukan kecenderungan untuk terus turun."Lagipula masyarakat Jawa Timur sudah memahami bahwa emas merupakan investasi jangka panjang, sehingga mereka tidak buru-buru dalam mengambil keputusan untuk membeli atau menjual emas. Kemungkinan minggu depan harga emas mulai merambat naik lagi," katanya pada wartawan, hari ini.Menurut Ady, harga emas murni 24 karat yang dikeluarkan oleh PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) hingga tadi pagi senilai Rp515.485 per gram. Harga jual emas pada tanggal 21 September lalu sempat mencapai Rp545.485 per gram. "Permintaan dari masyarakat sejauh ini masih bagus, naik sekitar 10% dibanding Juli 2011," ujarnya. Ady menambahkan, faktor yang sangat mempengaruhi permintaan emas adalah kondisi ekonomi global saat ini."Ketika masyarakat tahu mengenai krisis ekonomi global ini, mereka tahu bahwa investasi paling aman adalah emas. Saat itulah permintaan akan naik, yang otomatis mengerek harga emas juga," ungkapnya.Perum Pegadaian Kanwil XIII Surabaya mencatat omzet penjualan emas batangan pada Agustus 2011 mencapai Rp7,56 miliar, naik hampir 40% dibanding bulan sebelumnya yang hanya Rp4,4 miliar. Secara kumulatif, periode Januari-Agustus tahun ini omzet penjualan emas mencapai Rp27,3 miliar.70% dari pembelian tersebut melalui sistem kredit.Hingga Juni tahun ini, jumlah nasabah program Mulia di Jawa Timur telah mencapai 2690 orang. Dari jumlah tersebut dominasi masih berada di Surabaya. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bunga Citra Arum N.

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top