Hadapi krisis, Singapura proteksi job domestik

SINGAPURA: Menghadapi ketidakpastian ekonomi global saat ini, Singapura memprioritaskan kebijakan yang melindungi lapangan kerja dan mendorong inovasi serta produktivitas dunia bisnis.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 September 2011  |  21:14 WIB

SINGAPURA: Menghadapi ketidakpastian ekonomi global saat ini, Singapura memprioritaskan kebijakan yang melindungi lapangan kerja dan mendorong inovasi serta produktivitas dunia bisnis.

 

Caranya, kata Menteri Negara Perdagangan dan Industri Teo Ser Luck, adalah dengan menyediakan pendanaan berupa job credit  bagi perusahaan yang mampu mempertahankan karyawan pada saat krisis, dan jenis pinjaman murah lainnya untuk mendorong inovasi dan produktivitas.

 

“Saya percaya bahwa Singapura akan mampu menghadapi krisis ini, sebagaimana terjadi pada 2008-2009,” katanya kepada sejumlah wartawan Indonesia di kantornya, hari ini. Perekonomian Singapura sempat terpuruk pada 2008 akibat krisis finansial global, namun mampu bangkit kembali dua tahun kemudian dengan tingkat pertumbuhan sekitar 10%.

 

Dia mengakui skala krisis kali ini jauh lebih besar dibandingkan 2008 karena selain Eropa, perekonomian Amerika Serikat juga melemah. Tapi dia tidak dapat memperkirakan seberapa jauh dampak krisis pada perekonomian global.

 

“Saya merasa kita belum melihat bagian terburuk dari krisis ini,” ujarnya.

 

Mengenai peluang investasi dan perdagangan Singapura dengan Indonesia, Teo menilai potensi ekonomi Indonesia sangat besar dilihat dari jumlah penduduk dan peluang bisnisnya.

 

Dia yakin modal asing akan terus masuk ke Indonesia selama ada jaminan stabilitas politik dan sosial, tata kelola pemerintahan yang baik, serta peluang untuk membangun kemitraan yang menguntungkan kedua pihak.

 

Mengenai pengaruh korupsi, dia berpendapat selalu ada kepastian dan ketidakpastian di setiap negara, dan terserah kepada para pengusaha Singapura untuk putuskan masuk ke Indonesia atau tidak, dengan melihat potensi yang ada.

 

Nilai investasi Singapura di Indonesia tahun lalu mencapai US$6,5 miliar,  jauh melampaui angka pada 2009 US$4,3 miliar. Dari sisi perdagangan, Indonesia defisit terhadap Singapura sebesar US$910 juta tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Linda Tangdialla

Editor : Rachmat Sujianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top