Polandia investasi di 4 sektor RI

JAKARTA: Pemerintah Polandia bekerjasama dengan Indonesia melakukan investasi bersama di empat sektor yakni pertambangan batu bara, pembangkit listrik, infrastruktur pelabuhan laut, dan industri pertahanan, menyusul telah disiapkannya kredit investasi
Master Sihotang
Master Sihotang - Bisnis.com 26 September 2011  |  22:02 WIB

JAKARTA: Pemerintah Polandia bekerjasama dengan Indonesia melakukan investasi bersama di empat sektor yakni pertambangan batu bara, pembangkit listrik, infrastruktur pelabuhan laut, dan industri pertahanan, menyusul telah disiapkannya kredit investasi sebesar US$300 juta oleh Polandia.Duta Besar Republik Indonesia di Polandia Darmansjah Djumala menyatakan kerjasama antarnegara ini untuk menindaklanjuti pertemuan Mei 2011 di Polandia. Para pembisnis dua negara menandatangani nota kesepahaman di beberapa bidang a.l. turbin, conveyor belt, dan peralatan pabrik. “Semua sudah disetujui. Namun demikian nilai investasi belum diketahui angkanya. Join venture akan ditandatangani dalam waktu dekat,” katanya di Jakarta hari ini.Deputy of minister of economy Polandia Maciej Kaliski menyatakan terdapat 12 perusahaan asal Polandia yang sedang menjajaki dan sudah berinvestasi di Indonesia. “12 perusahaan itu berasal dari berbagai bidang, dan Polandia memberikan kredit investasi sebesar US$300 juta yang dapat segera dicairkan,” ujarnya.12 perusahaan tersebut adalah Bumar, FAMUR, ID Marketing, Impel, Jastrzebska Spolka Weglowa, Kompania Weglowa, PGNiG, Porozumienie Producentow Wegla Brunatnego, Trade Trans, Weglokoks, Zwiazek Armotorow Polskich, Zwiazek Pracodawcow Gornicwa Wegla Kamiennego, dan KOPEX.Menurut dia, duta besar dari dua negara, konsulat perdagangan, para pebisnis sangat membantu menjalin hubungan perdagangan antarpengusaha. Lebih lanjut dia menyatakan meskipun terdapat krisis ekonomi, tapi tidak mengganggu jumlah investasi yang ditetapkan. Kalinski menyatakan kerjasama antarnegara dari tahun ketahun justru semakin meningkat jumlahnya.Dia mencontohkan KOPEX telah berinvetasi di sektor pertambangan di Indonesia sebesar US$6 juta. Pada kesempatan itu, dia menyatakan hubungan perdagangan disektor pertahanan adalah Polandai dalam hal ini Bumar memproduksi senjata yang diekspor ke Indonesia. Sejumlah persenjataan seperti radar yang diletakkan di Surbaya pada 1951 dan masih dipergunakan saat ini merupakan produksi Polandia. Selain itu, tambahnya, Polandia tetap memasok senjata modern untuk Indonesia.Darmasjah menjelaskan upaya pemerintah Indonesia untuk menarik investasi Polandia ke tanah air kerena negara ini unggul di beberapa sektor. “Polandia sangat unggul dalam teknologi di bidang batu bara,” katanya.Selain itu, tambahnya, saat negara-negara Eropa pertumbuhannya negatif karena krisis, tapi justru pertumbuhan ekonomi Polandia positif. Hal ini, katanya, dapat diartikan bahwa Polandia memiliki cadangan dana yang cukup besar.“Polandia juga melihat bahwa selain China, Indonesia merupakan negara dengan perekonomian yang baik dan stabil. Dengan demikian dapat dijadikan tujuan investasi. Meskipun demikian, saat ini belum ada investor dari Indonesia yang berinvestasi di Polandia. Hubungan masih dalam bentuk perdagangan seperti tekstil,” katanya.Lebih lanjut, Kaliski menyatakan kondisi politik di Indonesia tidak mempengaruhi kerjasama antarnegara. “Bagi Polandia, kondisi ekonomi Indonesia sangat stabil sehingga upaya mempererat kerjasama menjadi penting dilakukan. Yang paling penting adalah kesepahaman antarpebisnis sehingga menimbulkan kesepakatan bersama yang saling menguntungkan,” katanya. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top