Tak mau kecolongan, Polda Bali intensifkan intelijen

DENPASAR: Kepolisian Daerah Provinsi Bali menyiapkan penindakan dengan mengintensifkan pengamanan dengan menyebar intelijen pasca meledaknya bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton, Solo, Jawa Tengah.Kepala Biro Humas Polda Bali Komisari
Matroji
Matroji - Bisnis.com 25 September 2011  |  17:00 WIB

DENPASAR: Kepolisian Daerah Provinsi Bali menyiapkan penindakan dengan mengintensifkan pengamanan dengan menyebar intelijen pasca meledaknya bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton, Solo, Jawa Tengah.Kepala Biro Humas Polda Bali Komisari Besar Polisi, Hariadi mengatakan penyiagaan petugas keamanan dari semua lini kepolisian dimaksud untuk mencegah masuknya kembali bahan peledak di Provinsi Bali.“Intinya kami tidak ingin Bom Bali I pada 2002 dan II pada 2005 terulang,” katanya kepada Bisnis, hari ini.Peningkatan pengamanan, lanjut dia, diintensifkan di seluruh akses masuk seperti terminal bus, bandar udara dan pelabuhan. Pada jalur masuk, pengamanan akan diperketat dan dipantau untuk menjaga keamanan.Pengamanan juga  ditingkatkan pada sejumlah obyek wisata vital setelah kabar meledaknya bom bunuh diri di gereja Tegalrejo, Jebres, Solo, sekitar pukul 11.00 diterima. “Persiapan akan didukung dari sembilan jajaran kepolisian di tingkat kabupaten seluruh Bali.”Hariadi mengatakan, peningkatan pengamanan dilakukan untuk memberikan rasa aman pada wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Bali. “Tingginya potensi pariwisata inilah yang mendorong kami untuk terus menyisir jejak jaringan teroris.”Pada peningkatan pengamanan, kata dia, Polda Bali juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk turut mengawasi lokasi sekitar. Saat ini terdeteksi, jaringan teroris tidak lagi menggunakan alat komunikasi yang mudah terdeteksi oleh tim Polri.Pelaku teroris lebih memilih berkomunikasi secara konvensional untuk memperkecil potensi terendus oleh kepolisian. “Optimalisasi pengawasan selain dari intelijen, diharapkan datang dari kesadaran masyarakat.”Saat ini dikabarkan, bom yang meledak pada Minggu, 25 september 2011 pukul 10.45 mengakibatan satu korban tewas yang diduga pelaku bom bunuh diri. Adapun belasan korban luka-luka parah dibawa ke Rumah Sakit Dr Oen, Solo. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top