Banyak cara membeli moge

Dalam situs resmi PT Mabua Harley Davidson Indonesia (MHDI), muncul kalimat penegasan di bagian akhir yang intinya keinginan terus produktif untuk memberikan dukungan agar tingkat pengguna motor Harley Davidson di Indonesia terus meningkat.Mereka juga
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 September 2011  |  13:19 WIB

Dalam situs resmi PT Mabua Harley Davidson Indonesia (MHDI), muncul kalimat penegasan di bagian akhir yang intinya keinginan terus produktif untuk memberikan dukungan agar tingkat pengguna motor Harley Davidson di Indonesia terus meningkat.Mereka juga menekankan harapannya aktivitas mengendarai motor besar menjadi bagian dari gaya hidup yang layak untuk dinikmati oleh semua pecinta motor di Indonesia.Sebagian kalangan pasti mahfum dengan Harley Davidson, salah satu sepeda motor berkapasitas mesin besar yang kerap kali menghiasi jalanan. Masyarakat lebih lekat menyebutnya dengan motor gede (moge).Dentuman suara knalpotnya khas, lajunya cepat, dan penggunanya identik dari kalangan berkelas. Dengan bodi kendaraan bongsor, tak sedikit yang menjulukinya sebagai raja jalanan.PT Mabua Harley Davidson Indonesia (MHDI) merupakan agen tunggal pemegang merek (ATPM) yang berhak memasarkan produk kendaraan rakitan Amerika Serikat di seluruh Indonesia. Kantor pemasarannya tersebar diantaranya di sejumlah kota seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, Bali, dan Medan.Berdasarkan data MHDI pada 2010, angka penjualan Harley Davidson di Indonesia mencapai 400 unit. Jumlah penjualan itu setara dengan kenaikan sekitar 12% dibandingkan dengan penjualan setahun sebelumnya.Sejak 2002, penjualan Harley Davidson di Indonesia mencatat kenaikan signifikan dengan jumlah sepeda motor terjual 121 unit, setahun berkiutnya angka penjualan naik menjadi 222 unit dan pada 2004 sebesar 231 unit. Pada 2005, angka penjualan Harley Davidson di Indonesia menyentuh 300 unit, tepatnya 334 unit.Menurut Presiden Direktur MHDI Djonnie Rahmat, jenis motor yang banyak dicari oleh penggemar Harley di Indonesia yakni tipe night train dan touring.Tak sedikit memang pengguna Harley ini tergabung dalam satu komunitas yang kerap kali menggelar berbagai agenda, termasuk menggelar touring dari satu kota ke kota lain.Tahun ini, lanjutnya Harley Davidson menyiapkan model terbaru yakni tipe Softail Blackline. Tipe kendaraan ini mulai dipasarkan perdana di Amerika dan diperkirakan baru masuk ke Indonesia pada pertengahan 2012. “Kemungkinan baru hadir di Indonesia pada 2012,” ungkapnya.Mengenai harga, berdasarkan data harga MHDI keluaran 2011 untuk jenis kendaraan Harley Davidson termurah dipatok Rp209 juta model XL 883R. Adapun, harga tertinggi yakni model FL Truse Eagle Roda Glide Ultra sebesar Rp635 juta.Harga tersebut merupakan harga jual off the road (OTR) dimana biaya balik nama kendaraan dan pajak kendaraan bermotor akan ditagihkan kepada pembeli sesuai total nilai yang tertera di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).Pihak MHDI menyiapkan pola pembayaran. Misalnya, dengan cara non refundable booking fee dimana pembeli harus membayar sebesar Rp20 juta saat pemesanan untuk kendaraan yang sudah ada dalam daftar. Bila pesanan kendaraan dibatalkan sepihak, maka booking fee yang telah dibayarkan dianggap hangus.Cara lainnya dengan menyerahkan uang muka (down payment) sebesar Rp150 juta untuk tipe Big Twins dan Rp100 juta untuk jenis Sportster. Bila pesanan kendaraan dibatalkan sepihak, maka jumlah uang down payment yang telah dibayarkan dapat di kembalikan sebesar 50%.Produsen sepeda motor dari Jepang seperti Honda, Yamaha, dan Kawasaki tidak secara resmi memasarkan motor gede. Sepeda motor dengan kapasitas 250 cc bagi produsen tersebut masuk dalam kategori motor sport.Tahun ini Honda masuk menggerus pasar Kawasaki dengan CBR 250R, menyusul Ninja 250R yang sudah masuk ke pasar Indonesia sejak tahun lalu. Ninja 250R dilepas di pasaran di harga Rp46,75 juta per unit, sementara CBR 250R tipe standar Rp39,9 juta dan tipe C-ABS seharga Rp46,5 juta per unit.Data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) mencatat penjualan sepeda motor selama semester I/2011 mencapai 4,07 juta unit yang didominasi oleh Honda dengan penjualan 2,1 juta unit meraih pangsa pasar 51,5%, agak jauh di belakang Yamaha menguntit dengan penjualan 1,65 juta unit  atau 40,64%, ketiga Suzuki penjualan 255.786 unit atau 6,28%, diikuti Kawasaki dengan 49.447 unit atau 1,21%, TVS dengan 12.018 unit, dan Kanzen dengan 275 unit.Dari data tersebut, sepanjang semester I/2011 penjualan Honda CBR 250R sebanyak 4.647 unit, sementara Kawasaki Ninja 250R tercatat sebanyak 6.714 unitWakil Presiden Direktur PT Astra Honda Motor Johannes Loman mengatakan segmen motor sport Honda di Indonesia belum terlalu signifikan. Kontribusi marketnya baru 8% hingga 9%, namun pihaknya yakin suatu saat pasti akan besar dengan varian lebih banyak.“Kami meluncurkan CBR series untuk memperkuat image Honda di segmen motor sport pada masa yang akan datang,” ujarnya, baru-baru ini.Sementara itu, produsen motor besar asal korea Hyosung pertengahan ini merilis produk barunya untuk pertama kali di Indonesia  yaitu GT650R yang dalam waktu dekat akan disusul dengan tipe berikutnya yaitu GT250R.Dari sebuah situs komunitas biker di Semarang, motor besar yang di rakit oleh PT Honlei Motor Indonesia ini pada akan memproduksi sekitar 1.500 unit untuk tahap awal yang perakitannya di lakukan di kota lunpia ini.Seluruh komponennya memang masih akan diimpor dari Korea, untuk itu saat ini pabrikan yang pernah sukses merilis motor sejenisnya dengan merek Diablo ini tengah menyiapkan suku cadangnya agar selalu siap ketika konsumen membutuhkan.Hyosung merupakan pendatang baru yang siap meramaikan pasar otomotif khususnya motor gede di Indonesia dengan banderol harga sekitar Rp120 jutaan per unit.(api) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Stefanus Arief S, Fita Indah Maulani & Natalina Kasih W

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top