Inggris siapkan kompensasi bagi Sunday Bloody

JAKARTA: Berdamai dengan masa lalu bukan berarti melupakan nyawa yang dihilangkan secara brutal. Setelah pemerintah Belanda yang harus membayar kompensasi bagi persitiwa Rawagede, kini Inggris bersiap merogoh kompensasi bagi korban Sunday Bloody. Sunday
Tusrisep
Tusrisep - Bisnis.com 22 September 2011  |  18:38 WIB

JAKARTA: Berdamai dengan masa lalu bukan berarti melupakan nyawa yang dihilangkan secara brutal. Setelah pemerintah Belanda yang harus membayar kompensasi bagi persitiwa Rawagede, kini Inggris bersiap merogoh kompensasi bagi korban Sunday Bloody. Sunday Bloody atau Minggu Berdarah adalah aksi brutal tentara resimen terjung payung AD Inggris yang memberondong 26 aktivis HAM di wilayah Bogside, kota Derry, Irlandia Utara pada 30 Januari 1972. Pernyataan tersebut dinyatakan Kementerian Pertahanan Inggris, hari ini, kepada pengacara dari firma hukum Madden dan Finucane, perwakilan keluarga korban Sunday Bloody setelah melakukan konsultasi dengan Perdana Menteri David Cameron. Meski demikian, seperti dikutip dari BBC, dua saudara perempuan dari William Nash, salah satu korban telah menolak tawaran tersebut. Selain itu hingga saat ini belum diketahui siapa sebenarnya yang akan menerima kompensasi dan seberapa banyak. Sebelumnya, Juni tahun lalu PM Cameron telah meminta maaf dan menyatakan tindakan Angkatan Darat tidak dapat dibenarkan. Penilaian tersebut diambil berdasarkan penilaian dari komisi Saville pada 1998 selama 12 tahun dengan biaya 195 juta poundsterling. Sebelumnya pada 1974, Departemen Pertahanan melakukan pembayaran dengan jumlah kecil setara 100 poundsterling kepada anggota korban yang meninggal namun tanpa menyampaikan maaf.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top