Manajemen guru harus diperbaiki

JAKARTA: Minat masyarakat yang meningkat untuk masuk ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), terutama untuk program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), harus disikapi pemerintah dengan memperbaiki manajemen guru.Ketua Umum PGRI Sulistyo
nurul
nurul - Bisnis.com 20 September 2011  |  20:02 WIB

JAKARTA: Minat masyarakat yang meningkat untuk masuk ke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), terutama untuk program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), harus disikapi pemerintah dengan memperbaiki manajemen guru.Ketua Umum PGRI Sulistyo mengatakan ada kekurangan guru untuk sekolah dasar dan masyarakat paham akan hal itu sehingga tren masuk FKIP tinggi. Selain ada kebutuhan juga agar bisa cepat menjadi jalan pintas untuk jadi Pegawai Negri Sipil. Menurut dia, belum baiknya manajemen guru yang dilakukan pemerintah mengakibatkan data dan pemetaan guru secara nasional tidak jelas. Kemendiknas menyatakan kelebihan tenaga guru lebih dari 500.000 orang, sementara di pemerintah kabupaten atau pemerintah kota kekurangan guru.   "Saya baru pulang dari Jepara yang berada di Pulau Jawa, bukan di Indonesia Timur atau daerah terpencil dan ternyata kekurangan guru jumlahnya ratusan. Para guru SD Inpres," kata Sulistyo PGRI sejak 2009 sudah mengusulkan kepada pemerintah apa yang disebut dengan Politik Guru di mana cara penghitungan kebutuhan guru, penempatan, bimbingan sehingga purna tugasnya disiapkan dengan baik sehingga ada data guru yang akurat kebutuhan guru per sekolah, per kecamatan, per kabupaten. Dia memperkirakan hingga 2023, peluang masyarakat yang ingin menjadi guru dan lebih cepat menjadi PNS akan terus berlanjut. Usia pensiun guru 60 tahun sehingga Kemendiknas sebenarnya bisa menghitung dengan baik berapa sebenarnya kebutuhan nasional. Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka), Edi Sukardi mengakui peminat program studi FKIP terus meningkat.Pada 2009 mahasiswa baru jurusan itu sekitar 1.300 orang, 2010 sekitar 1.500 orang, sedangkan pada tahun ini dari 2.105 mahasiswa baru Uhamka, sekitar 1.700 merupakan mahasiswa baru FKIP, belum termasuk 1.434 calon mahasiswa baru yang sedang mengikuti ujian masuk."Kami tahun ini baru pertama kali meluluskan 61 orang sarjana yang murni dari program studi PGSD dan semuanya langsung diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil di Pemda DKI. Pemda DKI sendiri membutuhkan 280 guru SD lulusan PGSD," katanya. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top