Philips Healthcare gelar simposium kesehatan

MANILA: Philips Healthcare, bagian dari Philips Royal Electronics, menggelar Simposium Kesehatan Asean ke-4 tentang Akses Kesehatan untuk mendorong dialog terbuka memecahkan tantangan kesehatan di negara-negara Asia Tenggara (Asean).Simposium itu diikuti
Yeni H. Simanjuntak
Yeni H. Simanjuntak - Bisnis.com 20 September 2011  |  17:01 WIB

MANILA: Philips Healthcare, bagian dari Philips Royal Electronics, menggelar Simposium Kesehatan Asean ke-4 tentang Akses Kesehatan untuk mendorong dialog terbuka memecahkan tantangan kesehatan di negara-negara Asia Tenggara (Asean).Simposium itu diikuti peserta dari perusahaan publik dan swasta, organisasi nirlaba, dan pemerintah untuk mengatasi tantangan khusus yang dihadapi oleh sistem kesehatan di seluruh Asia Tenggara.Tema pembahasan dalam simposium itu di antaranya mempertahankan kesehatan yang berkualitas bagi penduduk yang semakin tua, meningkatkan akses pelayanan kesehatan melalui pengembangan kerangka kerja untuk masa depan, dan mengubah praktik kesehatan saat ini sesuai dengan kemajuan teknologi medis.Wayne Spittle, Senior Vice President and CEO Asia Pacific Philips Healthcare, mengatakan simposium tahunan di Asean tentang akses kesehatan itu untuk menyatukan pemimpin di Asia Tenggara untuk merefleksikan bagaimana swasta dan pemerintah dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan di seluruh wilayah tersebut."Philips bangga melihat bahwa Simposium ini telah berevolusi menjadi sebuah platform industri, membawa bersama-sama pemangku kepentingan kesehatan utama di seluruh Asia Tenggara untuk membicarakan tantangan dan solusi untuk membantu kawasan ini tumbuh cepat mengatasi tantangan di sektor layanan kesehatan," ujarnya, saat membuka acara Philips Healthcare 4th Asean Symposium on Access to Healthcare di Manila, Filipina, hari ini.Dia menjelaskan simposium itu merupakan platform yang baik bagi pemain kunci dalam industri kesehatan di Asean untuk berkumpul dan mendiskusikan cara terbaik untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan aksesibilitas di seluruh kawasan.Pada 2050, PBB memperkirakan 60% dari populasi dunia berusia 65 tahun dan sebagian besar berada di Asia, yang akan meningkatkan permintaan pasar akan kualitas.Berdasarkan simposium Philips Healthcare tahun lalu, menyebutkan jumlah penduduk berusia lanjut di Asia Tenggara merupakan 50% dari masyarakat miskin di dunia--yang hidup kurang dari US$2 per hari-- dan sistem kesehatan menghadapi tantangan yang lebih besar untuk meningkatkan tekanan sumber daya dan layanan yang berkualitas guna mempertahankan kesehatan. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top