KPK periksa pimpinan Banggar DPR siang ini

JAKARTA: Komisi Pemberantasan Korupsi terus melakukan penelusuran terhadap adanya keterlibatan Badan Anggaran DPR dalam kasus dugaan korupsi pada dana Proyek Percepatan Infrastruktur Daerah Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.Hari ini KPK 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 September 2011  |  14:23 WIB

JAKARTA: Komisi Pemberantasan Korupsi terus melakukan penelusuran terhadap adanya keterlibatan Badan Anggaran DPR dalam kasus dugaan korupsi pada dana Proyek Percepatan Infrastruktur Daerah Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.Hari ini KPK  melakukan pemeriksaan terhadap pimpinan Banggar  Mirwan Amir, Olly Dondokambey, Melcias Marcus Mekeng, dan Tamsil linrung, sebagai saksi terkait proses penyidikan Kemenakertrans. Ke empatnya tiba secara bersamaan di KPK dengan didampingi oleh Wakil Ketua Komisi III Azis Syamsuddin.Azis Syamsuddin menyatakan dia datang dengan tujuan mendampingi empat orang pimpinan Banggar tersebut. Dia berjanji pemeriksaan ke empatnya akan diberitahukan kepada masyarakat secara langsung."Saya hanya diminta pimpinan DPR untuk mendampingi pimpinan badan anggaran, karena kesibukan satu dan lain akhirnya saya sendiri yang bisa hadir, Nanti secara rinci, hasil pemeriksaan sebagai saksi, langsung akan dibeberkan kepada masyarakat," ujarnya hari ini.Sebagai informasi Mirwan Amir merupakan Wakil ketua Banggar DPR dari fraksi Demokrat. Tamsil Linrung merupakan Wakil ketua Banggar DPR dari Fraksi Partai keadilan Sejahtera, Olly Dondokambey merupakan Wakil ketua Banggar dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dan Melcias Marcus Mekeng Ketua Banggar yang berasal dari Fraksi Partai Golkar.Adanya keterlibatan Banggar DPR tersebut didapatkan KPK melalui pengakuan salah satu tersangka yaitu Dharnawati pengusaha PT Alam Papua Jaya. Dia mengungkapkan terdapat aliran dana yang kepada menteri Muhaimin dan juga Banggar DPR.Sebelumnya Busyro Muqaddas, Ketua KPK, menyatakan  terdapat indikasi adanya keterlibatan Badan Anggaran (Banggar) DPR dalam kasus Nazaruddin dan juga kasus Kemenakertrans,  sehingga KPK akan terus melakukan pelacakan.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Intan Pratiwi

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top