Kanwil Pajak Jatim III lakukan bimtek Sensus Pajak

MALANG: Kanwil Direktorat Jenderal pajak (DJP) Jatim III melakukan bimbingan teknis terkait pelaksanaan Sensus Pajak Nasional (SPN) 2011-2014 di Pandaan, Pasuruan yang akan digelar serentak secara nasional mulai 30 September 2011.Ken Dwijugeasteadi,
News Editor
News Editor - Bisnis.com 19 September 2011  |  15:11 WIB

MALANG: Kanwil Direktorat Jenderal pajak (DJP) Jatim III melakukan bimbingan teknis terkait pelaksanaan Sensus Pajak Nasional (SPN) 2011-2014 di Pandaan, Pasuruan yang akan digelar serentak secara nasional mulai 30 September 2011.Ken Dwijugeasteadi, Kepala Kanwil DJP Jatim III, mengatakan bimbingan teknis terkait pelaksanaan SPN tersebut dilakukan selama tiga hari sejak hari ini (19/9).“Selama dua hari bimbingan teknis akan dilakukan secara klasikal, sedang sehari terakhir akan dilakukan simulasi di lapangan dengan melibatkan wajib pajak,” kata Ken Dwijugeasteadi kepada Bisnis di sela-sela Bimbingan Teknis SPN, siang ini.Dia menyebutkan bimbingan teknis SPN tersebut melibatkan sekitar 300 petugas pajak dari seluruh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang ada di wilayah kerja Kanwil DJP Jatim III yang tersebar di wilayah Jawa Timur bagian selatan.Salah satu tujuan sensus pajak ini a.l ditujukan untuk memacu pertumbuhan jumlah wajib pajak.Dalam kesempatan sebelumnya, Ken menyatakan sampai dengan pertengahan Agustus 2011 jumlah WP di wilayah kerja Kanwil DJP Jatim III sudah mencapai hampir satu juta orang.“Proporsi pengembalian SPT-nya juga terus meningkat. Sampai saat ini sudah mencapai 65%.”Pada 2010, kata dia, tingkat pengembalian SPT baru mencapai 55% dari jumlah WP sebanyak 769.006 badan dan orang pribadi. Dengan demikian, maka pertumbuhanya WP selama setahun sangat signifikan. Begitu juga tingkat kepatuhan WP yang juga semakin baik.Dana yang diperoleh dari pajak diperuntukkan untuk membiayai pembangunan. WP yang sudah ber-NPWP diingatkan untuk menyampaikan SPT tahunannya, bagi mereka yang belum melaporkannya ke kantor pelayanan pajak di mana WP terdaftar.Terkait dengan realisasi penerimaan pajak sampai pertengahan Agustus,  menurut dia,  mengatakan realisasinya sudah mencapai 51% dari target sebesar Rp7,7 triliun.Dari sisi target penerimaan bulanan, maka realisasi penerimaan sebesar masih belum memenuhi. Namun dari tren penerimaan pajak, maka realisasi penerimaan sebesar itu sudah baik.Kekurangan penerimaan pajak tersebut, menurut dia, kebanyakan dari PPN dari proyek-proyek yang didanai APBN dan APBD Provinsi Jatim maupun  kota/kabupaten.Penerimaan PPN meningkat jika proyek-proyek tersebut sudah direalisasikan pembayarannya. Sedangkan realisasinya pembayaran proyek-proyek tersebut biasanya justru pada menjelang akhir tahun anggaran.“Tapi kegiatan intensifikasi dan ekstensifikasi pajak perlu terus dilakukan untuk meningkatkan penerimaan pajak.”(api) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bambang Sutejo & Choirul Anam

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top