Pembangunan harus terapkan konsep ramah lingkungan

BANGKOK: Pemerintah dan perusahaan Indonesia diminta meningkatkan pembangunan dengan menerapkan konsep ramah lingkungan untuk meningkatkan daya saing pembangunan berkelanjutan di dunia.President of World Business Council for Sustainable Development Bjorn
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 19 September 2011  |  14:41 WIB

BANGKOK: Pemerintah dan perusahaan Indonesia diminta meningkatkan pembangunan dengan menerapkan konsep ramah lingkungan untuk meningkatkan daya saing pembangunan berkelanjutan di dunia.President of World Business Council for Sustainable Development Bjorn Stigson mengatakan sebagai salah satu negara yang memiliki sumber daya alam dan ekonomi yang cukup baik di Asean, Indonesia merupakan salah satu negara yang dilirik oleh para investor.Oleh karena itu, katanya, dibutuhkan perubahan sudut pandang dalam proses pembangunan di Indonesia yang saat ini dianggap masih banyak menggunakan energi dan sumber daya alam yang berlebihan. Hal tersebut harus dilakukan untuk menangkap peluang dan tantangan bisnis dari konsep yang saat ini tengah berkembang.Menurut dia, ke depan konsep pembangunan yang diterapkan di seluruh dunia akan berbasis sustainable development (pembangunan berkelanjutan). Seluruh pembangunan akan diarahkan pada konsep ramah lingkungan yang jangka panjang baik infrastruktur, properti dan energi."Saat ini sudah banyak negara yang menggunakan konsep sustainable development, kini sudah saatnya Indonesia meninggalkan cara pembangunan yang kuno dan memanfaatkan energi terbarukan, serta konsep yang lebih  ramah lingkungan," ujarnya di sela-sela acara Thailand Sustainable Development Symposium 2011 hari ini.Meski demikian, dia mengakui sudah ada beberapa perusahaan properti dan konstruksi di Indonesia yang menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan tanpa menyebutkan namanya. "Mereka ini harus menjadi aktor pengembangan yang mengkampanyekan model sustainable development itu."Sekjen Asean Surin Pitsuwan menuturkan perubahan pola pikir yang ramah lingkungan harus telah diadopsi oleh negara-negara Asean. Sebab, pemansan global dan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan telah menjadi tantangan dan isu penting yang harus mendapatkan perhatian terutama oleh seluruh industri."Semua sektor dan industri di Asean harus mampu menmbawa bisnis mereka ke arah yang lebih baik dengan konsep sustainable development yang terintegrasi dalam tiga aspek pembangunan yakni pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan sosial."Sebelumnya, Kepala Badan Pembina Konstruksi Kementerian PU Bambang Goeritno mengatakan saat ini Indonesia sedang dalam proses menuju dan mempromosikan penerapan konstruksi berkelanjutan yang mengedepankan konsep green building."Industri konstruksi ramah yang hemat energi dibangun tidak dengan cara merusak lingkungan, hal yang menyangkut kelestarian lingkungan ini yang akan lebih populer ke depannya."Menurutnya,untuk menerapkan konstruksi berkelanjutan tersebut, Kementerian PU akan membuat evaluasi mengenai sistem managemen ramah lingkungan yang akan diterapkan oleh pemerintah daerah."Semua aspek harus dipikirkan untuk menerapkan pembangunan yang ramah lingkungan," pungkasnya. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top