Mastel dorong pemanfaatan WiMax dan LTE

JAKARTA: Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) tetap mendorong pemanfaatan frekuensi 2,3 GHz terbuka untuk teknologi netral, termasuk Long Term Evolution (LTE), menyusul kesiapan sejumlah operator dalam penggelaran teknologi itu. Sekitar akhir
Mochammad Subarkah
Mochammad Subarkah - Bisnis.com 18 September 2011  |  18:08 WIB

JAKARTA: Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) tetap mendorong pemanfaatan frekuensi 2,3 GHz terbuka untuk teknologi netral, termasuk Long Term Evolution (LTE), menyusul kesiapan sejumlah operator dalam penggelaran teknologi itu. Sekitar akhir Agustus lalu, pemerintah memutuskan pemanfaatan frekuansi tersebut untuk akses Internet yang lebih mengarah pada broadband Wireless Access (BWA) WiMax, baik yang bersifat tetap (16d) maupun mobile (16e), sedangkan LTE direncanakan pada 2 tahun mendatang. Ketua Umum Mastel Setyanto P. Santosa mengatakan sebenarnya saat ini sudah banyak operator yang memiliki kemampuan untuk penggelaran teknologi LTE, dengan investasi yang telah disiapkan. Menurut dia, penerapan teknologi untuk akses Internet, baik LTE maupun WiMax, seharusnya diserahkan kepada masing-masing operator untuk memilih, sesuai dengan kesiapannya. Hal tersebut mengingat LTE yang telah memiliki operasionaly provel di mana telah dipakai di sejumlah negara, serta komersialisasi provel di mana telah banyak dikomersialkan di sejumlah negara. "Untuk penerapan LTE di Indonesia, secara teknologi sebenarnya sudah banyak operator yang siap dan mampu untuk menggelar. Seharusnya itu hanya masalah pilihan, karena sama-sama untuk akses Internet," ujarnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu. General Secretary Mastel Teguh Anantawikrama menuturkan dalam kasus apapun, pihaknya mendorong pemanfaatan frekuensi diarahkan pada penerapan teknologi netral. Dalam hal ini, pihaknya mendorong kepada industri dalam negeri untuk dapat kompak menyikapi perkembangan teknologi yang terjadi baik di luar maupun di dalam negeri, termasuk permintaan konsumen. (tw)  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top