Gunakan penjelasan, bukan larangan

Kerja sama antarpemerintah daerah merupakan hal yang paling penting dalam mengatasi urbanisasi. “Saya selalu mengungkapkan kebijakan pemerintah jangan ad hoc, jangan ketika saat Lebaran saja,” kata Direktur Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi
Inria Zulfikar
Inria Zulfikar - Bisnis.com 17 September 2011  |  08:02 WIB

Kerja sama antarpemerintah daerah merupakan hal yang paling penting dalam mengatasi urbanisasi. “Saya selalu mengungkapkan kebijakan pemerintah jangan ad hoc, jangan ketika saat Lebaran saja,” kata Direktur Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Sonny Harry B. Harmadi.

 

Menurut Sonny, perlu kerja sama bagaimana mereka yang masuk ke Jakarta terregistrasi. Kemudian, kalau ingin mencegah mereka masuk ke Jakarta tak bisa dengan pelarangan, tapi dengan penjelasan.

 

“Banyak juga mereka yang gagal di Jakarta, tapi tak sedikit yang berhasil. Kasus yang  gagal ini bisa menjadi contoh yang  jelek untuk dijelaskan ke orang di daerah. “

 

Orang yang pindah dari daerah ke kota besar seperti Jakarta, menurut Sonny, kalau mau diteliti asalnya dari daerah itu-itu saja. “Yang masuk ke Jakarta paling banyak berasal dari Jawa Tengah. Dilihat lagi dan diperinci, mayoritas dari Karesidenan Banyumas.

 

Banyumas mana saja, jelasnya beberapa kabupaten kota. Di kabupaten kota itu sendiri ada kecamatan tertentu. Jadi bukan random.”

 

Mengapa Banyumas?  Itu disebut chain migration. Migrasi berantai. Orang tak mungkin berani untuk pindah secara spontan tanpa ada  succes story, tanpa ada channeling, tanpa ada teman, tanpa saudara yang bisa jadi chanelnya.

 

Mereka bisa jadi pedagang atau penjual makanan. Sebetulnmya tujuan migran bukan DKI Jakarta tapi Jabodetabek (Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi).

 

“Sebagai satu kesatuan, bukan random, tetapi teratur. Dari Jatim juga lumayan banyak dan Jabar juga banyak karena penduduknya padat.”

 

Tindakan pemda DKI Jakarta dengan melakukan razia KTP menurut dia tidak mampu membuat jera pendatang. “Razia KTP beritanya hanya di Jakarta, tak terdengar di daerah asalnya dan itu untuk shock therapy supaya orang jadi was-was. Yang  jadi  jelek karena orang takut, muncullah moral hazard dari para pamong yang ada di Jakarta, bisa pakai surat izin tinggal sementara, itu dijualbelikan.”

 

Menurut Sonny, penelitian pendatang ke Jakarta  yang gagal dan berhasil  penting.  “Ini gampang menelitinya karena kami tahu daerah pengirimnya dan bisa meneliti di sana dari  orang yang ke Jakarta dan sekitarnya berapa banyak.”

 

UI, kata Sonny, siap kerja sama dengan pemda DKI termasuk meneliti motifnya, bisa buat kebijakan yang tepat mulai tahun depan.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top