Kabar Jabar: Pemprov Jabar ganti kerugian petani

BANDUNG: Rangkuman berita ekonomi dari media massa yang terbit di Bandung hari ini a.l Pemprov Jabar akan ganti kerugian petani yang mengalami puso dan Perum Perhutani mendistribusikan ratusan ribu air bersih. Berikut rangkumannya:GAGAL PANEN: Pemprov
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 September 2011  |  09:08 WIB

BANDUNG: Rangkuman berita ekonomi dari media massa yang terbit di Bandung hari ini a.l Pemprov Jabar akan ganti kerugian petani yang mengalami puso dan Perum Perhutani mendistribusikan ratusan ribu air bersih. Berikut rangkumannya:GAGAL PANEN: Pemprov Jawa Barat akan mengganti kerugian petani yang mengalami puso atau gagal panen akibat bencana alam dan organisme pengganggu tanaman (OPT).  Setiap petani diberi ganti rugi sebesar Rp3,7 juta per hektare.”Penggantian diberikan dalam bentuk biaya produksi. Ini dilakukan guna mengurangi kerugian petani,” ujar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Gedung Negara Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, kemarin.Menurut dia, penggantian kerugian petani berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) No 5/2011 tentang Program Pengamanan Beras Nasional (P2-BN). Dalam program tersebut dinyatakan lahan sawah yang terkena puso akibat OPT dan bencana alam diganti Rp3,7 juta per hektare. (Seputar Indonesia Jabar)AIR BERSIH: Perum Perhutani Unit III Jabar dan Banten mendistribusikan ratusan ribu liter air bersih kepada ribuan kepala keluarga yang terkena dampak kekeringan akibat kemarau panjang. Menurut Kepala Unit Perum Perhutani III Jabar dan Banten Bambang Setyabudi, pihaknya akan menyalurkan sekitar 800.000 liter air bersih kepada warga Jabar dan Banten.Air bersih didistribusikan melalui 14 Kelompok Pengelola Hutan (KPH). “Air tersebut disalurkan ke daerah yang kesulitan air bersih seperti di Kabupaten Bandung, daerah pantai utara, Majalengka, dan daerah lain di dataran tinggi atau minim resapan air,” ujar Bambang.Kepala Biro Perlindungan SDH Perum Perhutani III Jabar dan Banten NP Adiyanto menambahkan, pada tahap awal pihaknya membantu 11 tangkir air bersih untuk dua desa di Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Seputar Indonesia Jabar)SINDIKASI KREDIT: Bank BJB bertindak sebagai arranger dan lead manager pada pengucuran kredit sindikasi proyek pembangunan gedung MNC Financial Center senilai Rp 150 miliar. Sebagai partisipan adalah Bank Sumut dan Bank Papua."Kami selaku arranger dan agent pada kredit sindikasi berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam pembiayaan sektor produktif," kata Dirut BJB Bien Subiantoro seusai penandatanganan kredit sindikasi itu di MNC Tower Jln. Kebon Sirih Jakarta, Jumat (16/9).Ketiga bank tersebut masing-masing mengucurkan kredit sebesar Rp 50 miliar dengan jangka waktu pengembalian 10 tahun. Bank BJB menyiapkan dana antara Rp800 miliar hingga Rp1 triliun untuk kredit sindikasi sampai akhir tahun ini.MOBIL MURAH: Jawa Barat memiliki potensi menghasilkan mobil nasional murah. Banyak industri otomotif berada di Jabar, termasuk industri komponen dan SDM, termasuk potensi pasar yang besar dengan populasi penduduk sekitar 43 juta jiwa.Demikian point dari diskusi "Potensi dan Kesiapan Jabar Menyongsong Program Mobil Nasional dan Mobil Pedesaan" di Aula Redaksi "Pikiran Rakyat", Jln. Soekarno-Hatta No. 147, Kota Bandung, Jumat (16/9).Ada sejumlah mobil buatan Jabar seperti Wakaba, Komodo, Marlip, dan lain-lain. Selain itu, industri kecil manufaktur di sejumlah kota di Jabar menjadi pemasok aneka suku cadang bagi vendor yang memasok industri otomotif (ATPM). (Pikiran Rakyat)(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Herdiyan

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top