Kalbar sebar 345 kompor bio kerosin

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 September 2011  |  19:02 WIB

 

PONTIANAK: Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Barat akan melakukan sosialisasi dan sekaligus membagikan 345 kompor berbahan bakar minyak jenis bio kerosin di 3 kabupaten di wilayah tersebut.
 
Bio kerosin merupakan jenis bahan bakar minyak hasil campuran antara minyak nabati dan minyak tanah atau bio fuel.  
 
Ke-3 daerah yang menjadi target pembagian kompor jenis tersebut yakni Kabupaten Pontianak, Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak. Pembagian kompor tersebut mulai dilakukan pada pekan depan.
 
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Agus Aman mengatakan  ke depan, Indonesia tidak lagi mengandalkan energi bersumber dari minyak atau fosil. Untuk itu, tegas Agus, pihaknya perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas mengenai pemanfaatan energi baru.
 
"Karena saatnya nanti akan habis, untuk itu kami menggerakkan energi baru terbarukan.  Tahun depan, kompor berbahan bakar minyak (BBM) bio kerosin tersebut diharapkan dapat diproduksi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga," ujarnya hari ini.
 
Dia menuturkan ide penggunaan dan produksi kompor bio kerosin ini telah dikembangkan sejak 2005, dan kompor tersebut sudah dihak patenkan.
 
Dengan memanfaatkan bio kerosen ini, menurut Agus, diharapkan penggunaan minyak tanah akan terus berkurang. Saat ini rata-rata penggunaan minyak tanah di Kalbar sebesar 150.000 kiloliter.
 
Pada 2010, kuota minyak tanah di Kalbar sebesar 212.000 kiloliter dengan realisasi 113.000 kiloliter. Adapun 2011 sebesar 110.000 kiloliter dan saat ini terealisasi 30.000 kiloliter.
 
Menurut Agus, selain bio kerosin  pihaknya kini juga tengah mengembangkan sumber energi lain dari angin dan tenaga surya, khususnya untuk pembangkit listrik.
 
Dalam memanfaatkan BBM bio kerosin diperlukan kompor yang tidak jauh berbeda dengan kompor sumbu minyak tanah yang umum digunakan rumah tangga. 
 
Hanya saja ada beberapa penyesuaian antara lain tinggi lubang dan sumbu kompor, serta penambahan sirip untuk pemanasan internal guna menurunkan tingkat kekentalan minyak campuran, sehingga mudah dalam penggunaan dan perawatannya
 
Bio kerosen merupakan energi baru yang  pemanfaatannya tidak merusak lingkungan. Dalam hal ini bio kerosen masuk dalam kategori energi baru yang terbarukan.
 
Dalam target kebijakan energi nasional, pemanfaatan energi baru sebagai sumber alternatif energi selain minyak bumi, ditargetkan 17% pada 2025. Namun saat ini baru bisa dipenuhi 5%,  sedangkan energi lain yakni gas sebesar 30%, dan batu bara 33%. (sut)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Odie Krisno

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top