Surety bond jadi andalah perusahaan asuransi

 
Aurelia Nelly
Aurelia Nelly - Bisnis.com 16 September 2011  |  17:51 WIB

 

JAKARTA: Lini usaha jasa asuransi keuangan (surety bond) diperkirakan dapat menjadi kuda hitam yang akan mendongkrak usaha dan menggeser posisi properti dan kendaraan bermotor dalam menghimpun pendapatan premi.
 
Budi Herawan, Kepala Bidang Statistik Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), mengatakan lini usaha surety bond menjadi primadona dan menunjukkan kinerja mengagetkan sepanjang paruh pertama tahun ini. 
 
Lini usaha tersebut, lanjutnya, mencatatkan persentase kenaikan pendapatan premi bruto tertinggi dengan persentase penurunan klaim tertajam.
 
Hal ini terutama setelah pemerintah mengeluarkan payung hukum perpres No 54/2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang menyatakan bahwa setiap proyek-proyek pemerintah harus dilengkapi dengan jaminan tertulis yang bersifat mudah dicairkan dan tidak bersyarat.
 
"Surety bond jadi primadona. Ada pergeseran dari akhir 2010. Apalagi peluang di properti mulai jenuh dengan rate yang sudah kompetitif dan banyak dikuasai oleh perusahaan broker berbiaya tinggi," ujarnya hari ini.
 
Berdasarkan catatan asosiasi, lini usaha surety bond mengalami performa terbaik di antara 13 lini usaha pendukung bisnis industri asuransi umum selama semester I 2011. 
 
Data dari asosiasi menyebutkan pendapatan premi bruto lini usaha asuransi surety bond pada semester I tahun ini tumbuh 72,3% dari Rp1,12 triliun pada semester I/2010 menjadi Rp1,93 triliun. Ini adalah persentase kenaikan tertinggi di antara lini usaha produk asuransi umum.
 
Sementara itu klaim bruto lini usaha tersebut turun 93,6% dari Rp1,36 triliun pada semester I tahun lalu menjadi Rp87 miliar pada semester I tahun ini. Ini adalah persentase penurunan tertajam di antara lini usaha produk asuransi umum.
 
Dia mengatakan kontribusi terbanyak bagi lini usaha seruty bond berasal dari luar Pulau Jawa, terutama di kawasan Indonesia bagian tengah dan bagian timur. Dia menambahkan seiring dengan kebijakan otonomi daerah , banyak muncul proyek baru yang membutuhkan proteksi.
 
"Asuransi seruty bond digunakan untuk penjaminan proyek-proyek yang dilakukan oleh pemerintah. Oleh karena itu, perkembangannya juga akan tergantung pada anggaran dan proyek-proyek yang digulirkan oleh pemerintah," ujarnya.
 
Saat ini, lanjutnya, pelaku usaha asuransi di lini bisnis surety bond berjumlah sekitar 30 perusahaan. Beberapa pemain besar dalam bisnis seruty bond antara lain PT Asuransi Jasaraharja Putera, PT Asuransi Jasa Indonesia, PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero), PT Asuransi Umum Videi, dan PT Asuransi Kredit Indonesia.
 
Namun begitu, lanjutnya, linu usaha seruty bond sebetulnya bukan produk asli industri asuransi. Masih berdasarkan Perpres No 54/2010, pihak-pihak yang dapat mengeluarkan surat jaminan tersebut antara lain bank umum, perusahaan penjaminan, dan perusahaan asuransi. (sut)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top