BI dan perbankan gelar Bankers go Surf

DENPASAR: Kantor Bank Indonesia Denpasar bekerjasama dengan Badan Musyawarah Perbankan Daerah menggelar Bankers go Surf dengan tolak ukur proyeksi industri pariwisata, khusunya yang berbasis di garis pantai.Pemimpin Bank Indonesia di Denpasar, Jeffrey
Matroji
Matroji - Bisnis.com 15 September 2011  |  14:35 WIB

DENPASAR: Kantor Bank Indonesia Denpasar bekerjasama dengan Badan Musyawarah Perbankan Daerah menggelar Bankers go Surf dengan tolak ukur proyeksi industri pariwisata, khusunya yang berbasis di garis pantai.Pemimpin Bank Indonesia di Denpasar, Jeffrey Kairupan menjelaskan konsep acara ini sebagai perwujudan industri perbankan pada sektor pariwisata di Provinsi Bali.Bankers go Surf yang digelar di pantai Double Six, Kuta Kabupaten Badung, melibatkan sedikitnya 46 perusahaan perbankan yang berkantor di Bali.“Pada Bankers go Surf industri perbankan akan memetakan pola perekonomian masyarakat di tepi pantai,” katanya, hari ini.Pemetaan industri pariwisata di kawasan pantai itu, lanjut dia, akan difokuskan untuk merebut pangsa yang selama ini digeluti investor asing. Sepeti halnya, industri pembuatan papan surfing dan pakaian jadi. “Sejumlah pengusaha lokal yang bergerak di kawasan pantai akan didorong dengan kucuran kredit dan dana corporate social responsibility [CSR].”Bank Indonesia mencatat laju pertumbuhan sektor industri pengolahan di Provinsi Bali masih relatif rendah pada triwulan II/2011 dengan besaran 3,67% atau lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh 4,10% angka periode tahunan.Jeffrey dalam kajian ekonomi regional (KER) Bali triwulan II/2011 menjelaskan melambatnya kinerja di sektor ini terutama diakibatkan oleh subsektor tekstil, barang kulit dan alas kaki yang tumbuh lebih rendah dibanding dengan triwulan sebelumnya.Resesi yang dialami oleh negara mitra dagang utama yang diiringi dengan tren apresiasi kurs rupiah terhadap dolar AS, kata dia, turut mempengaruhi daya beli masyarakat mancanegara yang berimbas pada masih rendahnya permintaan ekspor komoditas tekstil.Pada konteks ini, kata dia, mengindikasikan prospek industri di Bali masih cukup besar, mengingat kredit yang disalurkan ke sektor tersebut juga terus meningkat. “Dorongan permintaan pada seluruh sektor industri akan berpotensi mengaami kenaikan pada pertengahan hingga akhir 2011.”Acara yang diikuti lebih dari 250 bankir dari 46 bank yang berkantor di Bali, kata dia, juga akan menyelipkan tema Stop AIDS!. Kepedulian sosial dari para bankir ini diharapkan mampu menekan angka orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Bali. Tercatat, pada Juli 2011 terdapat 4.631 kasus. “Tingginya angka ODHA jangan sampai berdampak serius menurunkan industri pariwisata di Bali.” (mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top