PMI siap distribusikan air bersih

JAKARTA: PMI siap mendistribusikan air bersih ke sejumlah daerah yang mengalami kekeringan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana tersebut."Kami akan mendistribusikan air bersih mulai Jumat secara serentak di 15 kabupaten/kota di
Adhitya Noviardi
Adhitya Noviardi - Bisnis.com 14 September 2011  |  18:55 WIB

JAKARTA: PMI siap mendistribusikan air bersih ke sejumlah daerah yang mengalami kekeringan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana tersebut."Kami akan mendistribusikan air bersih mulai Jumat secara serentak di 15 kabupaten/kota di 5 provinsi, yang telah terjadi dan berisiko mengalami kekeringan," kata Budi A. Adiputro, Sekjen PMI hari ini dalam rilisnya.Lokasi pendistribusian air bersih ini akan dilakukan di Gresik, Lumajang, dan Nganjuk (Jatim), Gunung Kidul, Kulonprogo dan Sleman (DIY), Indramayu, Kabupaten Bandung, dan Cimahi (Jabar), Serang dan Tangerang Kota (Banten), Kebumen, Klaten, Magelang, Blora dan Purworejo (Jateng).Menurut dia, PMI akan mendistribusikan air bersih selama seminggu. "Tugas PMI adalah membantu, dan tidak akan mengambil alih tugas pemerintah. Oleh karena itu kami hanya akan mendistribusikan air bersih selama 7 hari [16-23 September]," ujarnya.Setelah itu, lanjutnya, tergantung PMI di masing-masing provinsi untuk dapat berkoordinasi dengan pemerintah.Untuk distribusi ini, PMI menurunkan 15 kendaraan tanki air, dengan 45 personil tim air dan sanitasi dari masing-masing daerah. Para personil tersebut terdiri dari sopir, administrasi dan relawan yang mendistribusikan air."Kami menargetkan distribusi air untuk masing-masing daerah sebanyak 25.000-30.000liter air bersih. Namun semua ini tergantung dari jauh-dekatnya lokasi sumber air. Semakin dekat, maka jumlah air yang bisa kita ambil semakin banyak," tambah Lilis Wijaya, Kadiv Pelayanan Sosial dan Kesehatan Markas Pusat PMI.Budi menyebutkan PMI akan berkoordinasi dengan pihak PAM atau Palija setempat untuk menentukan lokasi sumber air. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top