Pemerintah akan tarik kredit asing US$1,9 miliar

JAKARTA: Dalam RAPBN 2012, pemerintah berencana menarik pinjaman luar negeri dari tiga lembaga donor internasional yang mencapai US$1.915,6 juta untuk menutup defisit anggaran.Dirjen Pengelolaan Utang, Kemenkeu, Rahmat Waluyanto mengatakan salah satu
News Editor
News Editor - Bisnis.com 14 September 2011  |  18:13 WIB

JAKARTA: Dalam RAPBN 2012, pemerintah berencana menarik pinjaman luar negeri dari tiga lembaga donor internasional yang mencapai US$1.915,6 juta untuk menutup defisit anggaran.Dirjen Pengelolaan Utang, Kemenkeu, Rahmat Waluyanto mengatakan salah satu instrumen pembiayaan yang selama ini digunakan adalah pinjaman luar negeri. Di dalam pinjaman luar negeri itu ada dua macam."Pinjaman program dan pinjaman proyek. Khusus untuk pinjaman program, kita akan menarik sekitar US$1,9 miliar," ujar dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, hari ini.Rahmat memaparkan sumber pinjaman program berasal dari tiga lembaga kreditor internasional, yakni Bank Dunia sebesar US$1.315,6 juta, Bank Pembangunan Asia sebesar US$450,0 juta dan Jepang (JICA) sebesar US$150,0 juta.Total pinjaman program dalam RAPBN 2012 sebesar US$1,9 miliar ini mengalami penurunan dibandingkan program 2010 yang mencapai US$3.209,0 juta dan APBN-P 2011 yang ditargetkan sebesar US$2.141,9 juta.Menurut dia, pinjaman program sebenarnya pinjaman tunai untuk menutup defisit anggaran. "Karena masih mengalami defisit, kita memerlukan dana, salah satu yang paling potensial untuk bisa kita tarik ya pinjaman program dari kreditor multilateral maupun bilateral," papar Rahmat.Dia menjelaskan kreditor memberikan program loan karena melihat pemerintah memiliki program, misalnya terkait perubahan iklim dan reformasi birokrasi. "Tapi program tersebut tidak dibiayai secara langsung dari pinjaman program. Pinjaman program hanya untuk menambal defisit dan itu langsung ditransfer ke bon pemerintah," jelasnya. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ana Noviani

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top