Travel Bandung tingkatkan keselamatan layanan

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 September 2011  |  18:25 WIB

 

BANDUNG: Pengusaha travel di Bandung berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem dan standar operasional pelayanan untuk memastikan keselamatan para pengguna jasa dari moda angkutan berbayar sistem point-to-point tersebut. 
 
Untuk itu, pengusaha tidak khawatir kehilangan pelanggan setelah maraknya kecelakaan yang terjadi di ruas tol Cipularang.
 
Ketua Himpunan Pengusaha Travel Antar Kota (Hipatra) Aristyanto Andrew mengatakan sejauh ini pengusaha belum mengeluhkan kekhawatiran yang akan ditimbulkan karena ketakutan konsumen ketika melewati ruas tol Cipularang.
 
"Sejauh ini penumpang masih normal dan teman-teman pengusaha juga tidak khawatir akan terjadinya peralihan penumpang," kata Andrew kepada Bisnis hari ini.
 
Dia menjelaskan tingkat isian saat ini tergolong stabil di angka 60%, meski pun masih lebih kecil jika dibandingkan okupansi normal harian sebesar 75%.
 
Andrew menduga belum pulihnya sebagian aktivitas masyarakat seperti anak sekolah dan mahasiswa, menjadi salah satu penyebab masih rendahanya angka penumpang.
 
Dia menerangkan pihaknya terus berupaya untuk meyakinkan konsumen dengan menerapkan pola preventif sebelum ada kasus konsumen yang beralih ke moda transportasi lainnya. Salah satunya, dengan terus membenahi pelayanan dan sistem oprasional yang mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pelanggan.
 
Meski begitu, peningkatan angka load factor pada moda transportasi Kereta Api (KA) rute Bandung-Jakarta yang dilayani KA Argo Parahyangan justru naik sekitar 20%-30%.
 
Ditemui terpisah, Kepala Humas PT Kereta Api (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung Bambang Setyo Prayitno mengatakan okupansi penumpang KA Argo Parahyangan naik secara bertahap menjadi 100% jika dibandingkan kondisi sebelum terjadinya beberapa kecelakaan di ruas tol Cipularang.
 
Puncak limpahan penumpang terjadi pada Minggu (11/9) lalu hingga tidak menyisakan tempat duduk. Kondisi seperti itu sudah terjadi sejak beberapa hari sebelumnya meskipu peningkatannya terjadi secara bertahap.
 
"Mungkin peningkatan okupansi itu memang terjadi karena limpahan dari moda transportasi lainnya, tapi untuk mengetahui pastinya butuh ada penelitian lebih lanjut," tutur Umuh.
 
Pada kondisi normal, okupansi rata-rata KA Argo Parahyangan mencapai 70% dan dalam sehari PT KAI Daop 2 Bandung mengoperasikan sekitar 6 rangakaian KA yakni pukul 05.30 WIB, 06.30 WIB, 11.30 WIB, 15.00 WIB, 16.30 WIB, dan 20.05 WIB.
 
Dalam setiap rangkaian, KA Argo Parahyangan menarik 4 kereta eksekutif dengan tarif Rp75.000 per penumpang  dan 2 kereta bisnis dengan tarif Rp60.000 per penumpang.
 
"Sekitar 60% penumpang KA Argo Parahyangan membeli tiket langsung saat akan berangkat dan sisanya memanfaatkan sistem reservasi, dan kebanyakan merupakan penumpang kelas eksekutif," jelas dia.
 
Kepala Humas PT Jasa Marga cabang Purbaleunyi Iwan Mulyawan menuturkan, selama 2011 di wilayah kerjanya terjadi sekitar 213 kasus kecelakaan.
 
Jumlah kasusnya turun jika dibandingkan 2010 yang terjadi sekitar 309 kasus kecelakaan. "Selama bulan puasa terjadi 23 kasus kecelakaan. Sepuluh di antaranya terjadi di ruas Cipularang, dan sisanya di ruas Purbaleunyi. Kasus kecelakaan tersebut terjadi di sejumlah titik dan tidak terpusat di KM 90-97," tutur Iwan.(sut)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Irvan Christianto

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top