Malang antisipasi kebocoran pajak dan retribusi

MALANG: Pemkab Malang melakukan antisipasi terhadap kebocoran pajak dan restribusi menyusul tingginya kesadaran masyarakat di wilayah Kabupaten Malang untuk membayar pajak.Tingginya kesadaran masyarakat tersebut ditandai dengan meningkatnya jumlah wajib
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 September 2011  |  18:34 WIB

MALANG: Pemkab Malang melakukan antisipasi terhadap kebocoran pajak dan restribusi menyusul tingginya kesadaran masyarakat di wilayah Kabupaten Malang untuk membayar pajak.Tingginya kesadaran masyarakat tersebut ditandai dengan meningkatnya jumlah wajib pajak (WP) di Kabupaten Malang yang setiap tahunnya naik sebesar 10%-15%.Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Abdul Malik, mengatakan kepercayaan masyarakat akan membayar pajak tampaknya tidak terpengaruh dengan adanya kasus penggelapan pajak yang sempat mengemuka beberapa waktu lalu.“Karena itu segala kemungkinan adanya kebocoran pajak maupun retribusi, kami antisipasi sejak dini. Dalam hal ini petugas dari Dinas Pendapatan daerah (Dispenda) Kabupaten Malang wajib memberikan setoran dalam 24 jam,” kata Abdul Malik di Malang hari ini.Selain itu, petugas retribusi, ujarnya, dilarang membawa uang setoran ke rumah karena dinilai rawan menimbulkan penyelewengan. Apalagi sistem pembayaran saat ini sudah secara online.Ditambahkan, dengan bertambahnya wajib pajak akan membuat setoran yang disampaikan kepada Pemkab Malang yang masuk ke dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga akan meningkat secara signifikan.Hal itu, jelasnya, salah satunya ditandai dengan jumlah alokasi dana desa (ADD) yang disalurkan di 33 kecamatan yang ada sebesar Rp98 miliar. Dimana dana tersebut juga berasal dari pajak yang masuk melaui PAD.Pembagian sendiri, lanjut dia, berdasarkan luas wilayah dan jumlah penduduk di masing-masing wilayah. Untuk wilayah yang relatif kecil mendapatkan dana adalah Desa Putukrejo yakni hanya sebesar Rp118 juta.Sedangkan wilayah yang mendapatkan dana relatif besar adalah Desa Purwodadi yakni sebesar Rp205 juta. Hal itu menyusul kondisi wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang cukup besar dibandingkan lainnya.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Mohammad Sofi`i

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top