Target pertumbuhan pertimbangkan dampak global

JAKARTA: Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana menyatakan yakin target pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2012 sebesar 6,7% realistis.Dia mengungkapkan proyeksi pertumbuhan ekonomi sudah mempertimbangkan banyak sisi, termasuk dampak global. Dalam
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 September 2011  |  19:58 WIB

JAKARTA: Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana menyatakan yakin target pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2012 sebesar 6,7% realistis.Dia mengungkapkan proyeksi pertumbuhan ekonomi sudah mempertimbangkan banyak sisi, termasuk dampak global. Dalam memproyeksikan pertumbuhan ekonomi ada dari sisi permintaan dan penawaran."Sisi permintaan, misalnya kemampuan masyarakat berapa, investasi bisanya berapa, ekspor dan impor berapa, sektor-sektor berapa. Nah, itu sudah dikonfirmasi, sudah disimulasikan," paparnya di Gedung DPR hari ini.Dia juga tetap yakin pertumbuhan ekonomi 2012 akan sesuai target meski berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, memperkirakan ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global berpotensi menghambat perekonomian Indonesia tahun depan.Armida menyadari penetapan asumsi pertumbuhan ekonomi yang sudah disusun serealistis mungkin ini, tetap memerlukan kerja keras agar dapat mencapai target. "Dengan mempertahankan target 6,7% saja kita harus kerja keras."Menurut dia, pesimisme terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan muncul seiring asumsi pertumbuhan ekonomi dunia yang diproyeksi melemah pada 2012, yakni dari proyeksi 4,5% turun menjadi 4%.Terkait hal ini, Suhaedi, peneliti utama pada Direktorat Pengaturan dan Penelitian Perbankan Bank Indonesia, dalam diskusi di kantor CSIS menuturkan penurunan kinerja ekonomi dunia dan keuangan global masih mengandung ketidakpastian yang tinggi."Pasalnya, sebaran proyeksi PDB dunia [AS dan kawasan Eropa] melebar dan mengindikasikan peningkatan ketidakpastian terhadap outlook ekonomi dunia," tambahnya. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ana Noviani

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top