Transportasi sumbang 3% pertumbuhan ekonomi Jatim

MALANG: Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang pada awal 2011 hingga saat ini mencapai 7,12% belum diimbangi dengan kontribusi dari infrastruktur transportasi. Infrastruktur transportasi hanya menyumbang sekitar 3% dari pertumbuhan ekonomi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 12 September 2011  |  16:58 WIB

MALANG: Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang pada awal 2011 hingga saat ini mencapai 7,12% belum diimbangi dengan kontribusi dari infrastruktur transportasi. Infrastruktur transportasi hanya menyumbang sekitar 3% dari pertumbuhan ekonomi di Jatim.Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) Malang yang juga pakar transportasi, Harnen Sulistyo, mengatakan pertumbuhan ekonomi Jatim yang tergolong baik tersebut sejauh ini belum didukung infrastruktur transportasi yang cukup memadai.“Pertumbuhan ekonomi di Jatim pada 2010 mencapai 6,5%. Target pertumbuhan ekonomi pada 2011 sebesar 7%-7,5%. Pertumbuhan ekonomi yang tergolong baik tersebut ternyata hanya 3% saja yang berasal dari kontribusi infrastruktur transportasi. Pertumbuhan ekonomi akan lebih baik lagi jika didukung oleh infrastruktur transportasi yang baik pula,” kata Harnen di Kuliah Tamu Mahasiswa Baru (Maba) Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan Perencanaan Wilayah Kota (PWK) UB Malang hari ini.Menurutnya, secara umum, kondisi transportasi di Indonesia masih jauh dari kondisi yang ideal. Untk itu perlu dibuat strategi dan terobosan yang tepat untuk memajukan transportasi.Infrastruktur transportasi di Indonesia, ujarnya, memberikan kontribusi sekitar 3,81% bagi pertumbuhan ekonomi. Kondisi tersebut masih jauh dibawah negara maju yang mampu memberikan kontribusi sebesar 12%.“Kondisi tersebut menggambarkan bahwa Indonesa masih jauh dari kondisi ideal dan memiliki tugas yang besar untuk terus meningkatkan pembangunan infrastruktur transportasi.”Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susanto, mengatakan pemerintah saat ini memiliki rencana dan strategi taktis untuk memajukan transportasi di Indonesia. “Strategi tersebut diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan bersifat adil dan merata,” tambahnya.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Mohammad Sofi`i

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top