Demi pilot, Garuda rela tunda ekspansi

JAKARTA: PT Garuda Indonesia Tbk bersedia menghentikan ekspansi bisnis guna memenuhi tuntutan kenaikan gaji pilot lokal agar besok tidak terjadi mogok kerja oleh para penerbang.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 Juli 2011  |  05:26 WIB

JAKARTA: PT Garuda Indonesia Tbk bersedia menghentikan ekspansi bisnis guna memenuhi tuntutan kenaikan gaji pilot lokal agar besok tidak terjadi mogok kerja oleh para penerbang.

Direktur Operasional Garuda Ari Sapari mengatakan pihaknya sudah menawarkan opsi tersebut ke perwakilan dari Asosiasi Pilot Garuda (APG).

Dia menuturkan bagi pilot lokal yang memilih opsi tersebut, harus bersedia mengganti status karyawannya dari tetap menjadi kontrak.

"Kami sudah menawarkan opsi tersebut, tapi dari mereka tidak mau. Kami sebetulnya tidak jelas mengenai apa yang mereka tuntut, apakah menolak pilot asing atau kenaikan gaji," jelasnya dalam konferensi pers siang ini.

Ari menambahkan berhentinya pengembangan usaha juga berarti terhambatnya akselerasi karir bagi pilot karena bisnis berjalan stagnan.

Meskipun ancaman mogok masih tetap ada, dia memastikan bahwa operasional penerbangan Garuda tetap berjalan lancar.

Bagaimanapun, pasar merespon negatif atas adanya ancaman mogok pilot Garuda. Menjelang penutupan sesi pertama perdagangan di Bursa Efek Indonesia, saham Garuda terkoreksi 3,85% dibandingkan dengan penutupan kemarin, menjadi Rp500.

APG mengklaim didukung 400 pilot lokal Garuda untuk melakukan mogok kerja besok, guna meminta kesetaraan gaji dengan pilot asing yang berjumlah sekitar 30 orang. Adapun Garuda mengontrak pilot asing selama 1 tahun karena keterbatasan penerbang lokal.

"Pilot-pilot asing itu dua bulan lagi selesai kontraknya," kata Ari. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top