Sekolah menakutkan?

Saya dan mungkin juga Anda yang pernah mengenyam pendidikan di bangku SD dan SMP menemukan fenomena murid-murid yang berjingkrak riang gembira mengekspresikan kesenangannya jika guru yang seharusnya mengajar tapi tidak masuk kelas.
Abdalah Gifar
Abdalah Gifar - Bisnis.com 26 Juli 2011  |  17:33 WIB

Saya dan mungkin juga Anda yang pernah mengenyam pendidikan di bangku SD dan SMP menemukan fenomena murid-murid yang berjingkrak riang gembira mengekspresikan kesenangannya jika guru yang seharusnya mengajar tapi tidak masuk kelas.

Demikian pula para murid akan senang luar biasa jika diumumkan bahwa sekolah libur. Peristiwa semacam ini tampak berlanjut hingga sekarang dan menunjukkan kepada kita betapa sekolah menjadi momokmenakutkan (horror of the day).

Lepas dari urusan sekolah menjadi sesuatu yang sangat membahagiakan mereka. Belajar di sekolah seakan terpaksa. Setelah libur panjang yang menyenangkan, tidak ada pilihan lain bagi mereka selain kembali ke bangku sekolah dan kembali ke masalah.

Fenomena itu tentu tetap saja berulang dan terulang lagi sebab tidak terjadi pembenahan signifikan oleh pemangku kepentingan. Kiranya kegiatanmengajar guru harus diarahkan pada sesuatu pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning) bagi murid.

Kualitas dan kuantitas guru dapat saja menjadi salah satu aspek yang patut dicermati, karena hal gurulah yang dapat mencitrakan sekolah itu menakutkan atau menyenangkan.

Aries Musnandar, Mhs Manajemen Pendidikan, PPs UIN Maliki Malang

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top