Pemerintah tekan harga bahan pokok

MAKASSAR: Berikut ini adalah ringkasan berita utama di kawasan timur Indonesia yang dimuat sejumlah surat kabar daerah, a.l. Inco jalin aliansi kontraktor tambang, BNI siapkan kredit konstruksi di 6 provinsi, Syahrul komitmen berantas mafia proyek, Pemerintah
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 Juli 2011  |  01:38 WIB

MAKASSAR: Berikut ini adalah ringkasan berita utama di kawasan timur Indonesia yang dimuat sejumlah surat kabar daerah, a.l. Inco jalin aliansi kontraktor tambang, BNI siapkan kredit konstruksi di 6 provinsi, Syahrul komitmen berantas mafia proyek, Pemerintah subsidi harga bahan pokok, Pemberian benih padi hibrida ditolak, Kendalikan inflasi, Gapensi-Pemerintah tolak mafia proyek, Pengusaha singapura incar Sulsel, Avanza kuasai 70% pasar di Sulawesi. Inco jalin aliansi kontraktor tambang:INCO JALIN ALIANSI KONTRAKTOR TAMBANG: Abu Ashar, General Manager Procurement and Warehouse PT International Nickel Indonesia Tbk (Inco), mengatakan pihak nya siap menjalin kerja sama di sek tor pertambangan. Saat ini, kami menjalin kerja sama dengan 282 kontraktor aktif untuk mendorong usaha tambang maupun usaha sekitar wilayah tambang. Dari total ini, 58% merupakan kontraktor nasional, 21% kontraktror lokal, 12% kontraktor asing dan 9% kontraktor regional, ujarnya di sela-sela seminar pengelolan usaha jasa pertambangan, kemarin. (Sumber: Bisnis Indonesia Regional Timur) BNI SIAPKAN KREDIT KONSTRUKSI: PT Bank Negara Indonesia Tbk wilayah Makassar siap menyalurkan kredit bagi kontraktor untuk enam provinsi di kawasan timur Indonesia dengan memberikan bunga 11,5% hingga 13%. Pimpinan BNI Wilayah Makasar Shadiq Akasya mengatakan kesiapan itu secara awal diwujudkan secara resmi dalam bentuk memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani bersama Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Seluruh Indonesia (Gapensi).(Sumber: Bisnis Indonesia Regional Timur ) PEMERINTAH SUBSIDI HARGA BAHAN POKOK: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan subsidi Rp 1,2 miliar untuk menekan harga bahan kebutuhan pokok. Anggaran itu khusus untuk Ramadhan dan Idul Fitri. Pemerintah akan menggelar pasar murah secara bertahap di enam kabupaten/kota, ujar Kepala Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Firda kemarin. Menurut Firda, anggaran yang akan dikeluarkan untuk setiap tahapan pasar muarh sebesar Rp300 juta. Pemerintah menargetkan 1.000 kantong bahan kebutuhan pokok akan mendapat subsidi sebesar 2%, sehingga harga jual bahan kebutuhan pokok menjadi Rp 25 ribu per kantong. Ada juga potongan harga, dari 5-15%, ujar Firda. (Sumber: Tempo Makassar) PEMBERIAN BENIH PADI HIBRIDA DITOLAK : Pemeberian benih padi hibrida oleh pemerintah daerah ditolak oleh sebagian kelompok tani dan nelayan di Sulawesi Selatan. Benih itu ditolak karena tidak semua daerah cocok ditanami benih hibrida. Ada jenis tanah tertentu yang tidak cocok, kata Gusnadi Efendi, anggota Kelompok Tani Andalan Sulawesi Selatan. Menurut Gusnadi, untuk tanah yang tidak cocok, produktivitas padi Hibridanya bukannya bertambah, melainkan berkurang. Beberapa kabupaten tidak cocok ditanami padi jenis hibrida, di antaranya kabupaten Sidrap, Luwu, Pinrang, dan Bantaeng. (Sumber: Tempo Makassar) KENDALIKAN INFLASI: Menghadapi tekanan inflasi pada RamadHan dan Idul Fitri, Forum Komunikasi Pemantauan dan Pengendalian Inflasi (FKKP) Sulsel menyelenggarakan high level meeting dan rapat koordinasi pengendalian harga, Kamis,14 Juli, di Hotel Aryaduta. Deputi Pemimpin Bank Indonesia Makassar, Bambang Kusmiarso, mengungkapkan, inflasi Sulsel pada triwulan II-2011 tercatat 6,37% (tahunan). Angka itu melampaui inflasi nasional yang masih di level 5,54 persen (tahunan). Tingginya angka inflasi Sulsel 2011 terutama bersumber dari inflasi volatile food yang tercatat mencapai 12,50 persen (yoy). Ini jauh lebih tinggi dibandingkan nasional 8,57 persen (tahunan). (Sumber: Fajar ) GAPENSI-PEMERINTAH TOLAK MAFIA PROYEK: Pada penutupan musyawarah kerja nasional (Mukernas) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Seluruh Indonesia kemarin ditandai penandatangan penolakan mafia proyek. Penandatangan dilakukan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Ketua DPP Gapensi Soeharsojo, dan Ketua Gapensi Sulsel, Zulkarnaen Arief. Kemudian penandatangan diikuti seluruh anggota Gapensi kabupaten kota, juga seluruh provinsi yang menjadi perserta dalam mukernas tersebut. Penandatangan itu terkait pidato Jusuf Kalla pada saat pembukaan mukernas yang meminta kontraktor untuk tidak berhubungan dengan mafia proyek. (Sumber: Fajar) PENGUSAHA SINGAPURA INCAR SULSEL: Pengusaha Singapura yang tergabung dalam Internasional Entrepise Singapura (IES) akan bertandang ke Makassar, Sulsel, 25 Juli. Kunjungan ini untuk menindaklanjuti lawatan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ke Singapura pada Juni. IES yang juga semacam komisi yang menghimpun pengusaha itu memboyong pengusaha hasil laut yang tergabung dalam Agri Food Vetenirary Asociation (AVA). Kami sudah terima informasi kepastian kedatangan mereka. Mereka tinggal menunggu agenda yang kami susun, kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel Irman Yasin Limpo didampingi Juru Bicara BKPMD Yessy Yoanna di Makassar, kemarin. (Sumber: Tribun Timur)AVANZA KUASAI 70% PASAR di SULAWESI: Kedaraan terlaris di Indonesia Toyota Avanza masih menguasai pasar MPV Low di Indonesia dan pasar Sulawesi sampai Juni 2011. Avanza menguasai 70% pangsa pasar MPV Low selama Juni 2011. Manajemen Toyota mampu menambah gairah pasar sehingga penjualan Avanza meningkat 3% bila dibandingkan Mei 2011 yang mecapai 67%. Penguasaan Pasar Avanza selama Juni 2011 mendongkrak pasar Avanza selama semester I 2011 sehingga mampu menguasai pasar otomotif di Sulawesi sebesar 67,1%. Marketing Communication Section Kalla Toyota Yudi G, mengungkapkan hal itu di Makassar, kemarin. Menurut Yudi, data ini sesuai registrasi polisi (regpol) di wilayah pemasaran PT Hadji Kalla-Toyota, meliputi Sulsel, Sulbar, dan Sutra. (Sumber: Tribun Timur )(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top