RI sumbang penambahan penduduk terbesar

JAKARTA: Bila Indonesia sukses menjalankan program Keluarga Berencana (KB), itu berarti bisa meredam laju pertumbuhan penduduk di dunia. Indonesia merupakan penyumbang penambahan penduduk nomor lima terbesar di dunia setelah India, China, Nigeria, dan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 Juli 2011  |  10:26 WIB

JAKARTA: Bila Indonesia sukses menjalankan program Keluarga Berencana (KB), itu berarti bisa meredam laju pertumbuhan penduduk di dunia. Indonesia merupakan penyumbang penambahan penduduk nomor lima terbesar di dunia setelah India, China, Nigeria, dan Pakistan.Menurut data kependudukan, laju penambahan warga India mencapai 18 juta per tahun, China 11 juta per tahun, dan Nigeria, Pakistan, serta Indonesia dengan pertambahan penduduk rata-rata 4 juta orang per tahun. Para ahli kependudukan dunia telah memperkirakan pada 31 Oktober tahun ini, jumlah penduduk dunia akan menembus angka 7 miliar orang. "Dari total tersebut, Indonesia merupakan negara penyumbang penambahan penduduk kelima terbesar di dunia. Keberhasilan program KB di Indonesia, akan mampu meredam laju pertambahan penduduk dunia," kata Jose Ferraris, Kepala Perwakilan United Nations Population Fund (UNFPA) hari ini di sela-sela seminar Hari Kependudukan Dunia di Hotel Borobudur Jakarta. Menurut dia, sebagai penyumbang pertambahan penduduk yang cukup besar di dunia, Indonesia harus memiliki strategi yang tepat agar program KB berhasil kembali. "Di antaranya program revitalisasi KB harus berhasil dilakukan," kata Jose yang didampingi Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief. Sugiri menambahkan ada dua pendekatan dalam upaya revitalisasi KB tersebut. Pertama dilihat dari sisi permintaan. Pemerintah gencar melakukan sosialisasi tentang pentingnya KB. Untuk itu, BKKBN membangun unit penyuluhan, termasuk Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB). Sementara dari sisi layanan, ujarnya, dilakukan strategi penyediaan alat kontrasepsi di sarana layanan kesehatan dasar. Juga mengaktifkan kembali klinik KB di rumah sakit, dan pelatihan pada dokter dan bidan.Dia menuturkan para pakar kependudukan dunia meyakini bahwa keberhasilan Indonesia dalam menahan laju penambahan penduduk, akan berdampak besar dalam menekan laju penambahan penduduk dunia secara total.Seminar tersebut diselenggarakan oleh BKLBN bekerja sama dengan UNFPA. Acara ini diikuti ratusan orang dari berbagai kalangan, seperti pemangku kepentingan, akademisi, LSM, lembaga donor, dan masyarakat. Sugiri memaparkan pertambahan penduduk dunia menjadi 7 miliar itu, membawa berbagai konsekuensi terhadap kehidupan di alam semesta. Hal itu menyangkut dinamika kehidupan mulai dari kebutuhan air, udara, makanan, perumahan, dan bahkan yang paling mendasar adalah konsekuensi hidup dengan aman dan tentram. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top