Telkom harapkan pendapatan tumbuh 5%-7%

JAKARTA: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) berharap pendapatan perseroan tumbuh 5%-7% pada semester I/2011 sejalan dengan target akhir tahun yang tumbuh pada kisaran tersebut.Pada semester I tahun lalu, perseroan mencatatkan perolehan pendapatan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 Juli 2011  |  08:29 WIB

JAKARTA: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) berharap pendapatan perseroan tumbuh 5%-7% pada semester I/2011 sejalan dengan target akhir tahun yang tumbuh pada kisaran tersebut.Pada semester I tahun lalu, perseroan mencatatkan perolehan pendapatan sebesar Rp32,24 triliun. Adapun pada semester I tahun ini diharapkan tumbuh 5%-7% menjadi sekitar Rp33 triliun-Rp34 triliun. Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno mengatakan kinerja perseroan selama 6 bulan pertama tahun ini masih sejalan dengan target pertumbuhan selama setahun yakni 5%-7%. "Semester I/2011 belum closing [laporan keuangannya], tapi saya rasa pertumbuhan masih sesuai target. Akhir tahun kan kami targetkan pertumbuhan pendapatan middle single digit 5%-7%, di semester I ini mungkin sekitaran itu juga," ujarnya, akhir pekan lalu. Dia memperkirakan pada semester II/2011 kinerja usaha perseroan akan lebih meningkat dibandingkan dengan semester I/2011 seiring dengan adanya sejumlah hari besar seperti Natal dan lebaran, serta perayaan Tahun Baru. "Di semester II/2011 gambaran kinerja pasti lebih tinggi dari semester I, karena kan ada lebaran, Natal, Tahun Baru, jadi traffic akan naik. Memang secara seasonal seperti itu," jelasnya. Sementara itu, untuk penggunaan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) selama 6 bulan pertama tahun ini sudah terpakai sekitar 40%-50% dari alokasi capex tahun ini sebesar Rp13,73 triliun. "Capex sampai Juni 2011 sudah terpakai 40%-50%, paling besar untuk infrastruktur dan pengembangan broadband," tuturnya. Pada perdagangan akhir pekan lalu, saham emiten berkode TLKM ditutup di level Rp7.200, menguat 0,7% dari penutupan saham sebelumnya dan menjadikannya berkapitalisasi sebesar Rp145,15 triliun. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top