DAI luncurkan buku tata laksana asma

JAKARTA: Dewan Asma Indonesia meluncurkan buku pedoman tata laksana asma, untuk mempermudah dokter, tenaga medis dan pasien mengatasi dan memahami penyakit tersebut.Buku pedoman tata laksana asma yang diluncurkan DAI [Dewan Asma Indonesia] Minggu kemarin
News Editor
News Editor - Bisnis.com 04 Juli 2011  |  04:14 WIB

JAKARTA: Dewan Asma Indonesia meluncurkan buku pedoman tata laksana asma, untuk mempermudah dokter, tenaga medis dan pasien mengatasi dan memahami penyakit tersebut.Buku pedoman tata laksana asma yang diluncurkan DAI [Dewan Asma Indonesia] Minggu kemarin akan memperkaya Pedoman Pengendalian Penyakit Asma yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan pada 2008 lalu, dengan Kepmenkes No. 1023/Menkes/SK/XI/2008, kata Prof. Tjandra Yoga Aditama, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes, dalam surat elektroniknya hari ini.Dia menuturkan asma merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang penting di Indonesia dan dunia. Data nasional menunjukkan sedikitnya 4% penduduk Indonesia ada keluhan asma. Sementara lima dari 44 orang (11,36%) Presiden Amerika Serikat ternyata juga penderita asma.Tjandra mengatakan program pengendalian asma di Indonesia meliputi berbagai kegiatan. a.l. penyuluhan (KIE), perlindungan khusus, penemuan kasus, tata laksana kasus, surveilans epidemiologi, peningkatan peran serta masyarakat, kemitraan serta pemantauan dan penilaian.Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan, jelas dia, a.l practical approach to lung health (PAL), di mana asma termasuk salah satu di antaranya, yang saat ini sedang diuji coba di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Lampung.Penyakit asma (asthma bronchiale), yang ditandai dengan keluhan sesak napas, napas berbunyi dan batuk ini akan mempengaruhi aktifitas sehari-hari, produktifitas seseorang, serta angka absensi sekolah/kerja.Kalau tidak ditangani dengan baik bukan tidak mungkin menjadi makin parah dan dapat berujung kepada kematian. Kerja sama semua pihak amat diperlukan agar asma tidak menjadi masalah kesehatan penting di negara kita, ungkapnya.(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top