Produk agro jabar siap hadapi perdagangan bebas

BANDUNG : Rangkuman berita ekonomi-bisnis media massa cetak harian yang beredar di Bandung hari ini, antara lain Jawa Barat siap hadapi AANZFA dan AIFTA serta direksi Bank BJB diharapkan berasal dari lingkungan bank tersebut. Berikut rangkumannya:AGRO
News Editor
News Editor - Bisnis.com 04 Juli 2011  |  23:36 WIB

BANDUNG : Rangkuman berita ekonomi-bisnis media massa cetak harian yang beredar di Bandung hari ini, antara lain Jawa Barat siap hadapi AANZFA dan AIFTA serta direksi Bank BJB diharapkan berasal dari lingkungan bank tersebut. Berikut rangkumannya:AGRO JABAR: Produk agro Jawa Barat paling siap menghadapi diberlakukannya perdagangan Area Perdagangan Bebas ASEAN-Australia dan Selandia Baru (AANZFA) dan ASEAN-India (AIFTA).Pakar ekonomi dari Universitas Padjadjaran Rina Indiastuti kemarin menyebutkan peluang muncul melalui produk-produk industri kecil menengah agro. Namun, Ina mengingatkan, industri tersebut harus mampu menghasilkan produk-produk olahan yang lebih berdaya saing, melalui efisiensi, efektivitas, dan peningkatan kualitas. (Pikiran Rakyat)DIREKSI BJB: Sejumlah tokoh masyarakat Jawa Barat meminta agar direksi baru Bank BJB berasal dari lingkungan internal bank tersebut. Mereka menilai, kondisi Bank BJB sedang berkembang baik sehingga tidak ada alasan kuat untuk menghadirkan direksi dari kalangan eksternal.Kalau Bank BJB sedang bangkrut, cocok membawa banker eksternal. Sekarang kan kinerjanya bagus, jadi tidak ada alasan kuat, ujar politisi senior yang juga pengurus Paguyuban Pasundan Tjetje H Padmadinata, kemarin. (Pikiran Rakyat)MORATORIUM PASIR BESI: Kabupaten Tasikmalaya dan Sukabumi mulai menjalankan surat edaran (SE) Gubernur tentang moratorium izin pertambangan pasir besi di wilayah Jabar Selatan. Salah satu isi edaran moratorium itu adalah menghentikan sementara pemberian izin bagi penambang baru sebelum ada pabrik pengolahan di lokasi tambang. Dua kabupaten yang sudah menjalankan isi moratorium itu siap membangun pabrik pengolahan dan pembangunan pelabuhan. Kabupaten Tasikmalaya dan Sukabumi sudah mengajukan izin pembangunan pelabuhan dan pabrik pengolahan pasir besi. Kalau untuk pabrik sudah akan dimulai. Tapi, untuk pelabuhannya masih dalam proses izin Gubernur, jelas Kepala Bappeda Provinsi Jabar Deny Juanda saat ditemui di Gedung Sate, , kemarin. (Seputar Indonesia Jabar)KAOS SUCI: Transaksi penjualan produk pakaian di Sentra Kaos Suci Bandung mendekati Rp30 miliar pada musim ajaran baru tahun ini. Pencapaian tersebut dinilai para perajin cukup menggembirakan, di tengah tingginya harga kain. Ketua Koperasi Perajin Kaos Suci Bandung Marnawi Munawah kemarin mengatakan, peningkatan transaksi penjualan di Sentra Kaos Suci pada musim ajaran baru 2011 mencapai 30% dari tahun 2010.Peningkatan tersebut dinilai cukup mengejutkan di tengah melambungnya harga kain. Bahkan, sampai dengan awal Juli 2011,omzet di Sentra Kaos Suci Bandung mencapai Rp30 miliar. (Seputar Indonesia Jabar)IMPOR SUSU: Pemenuhan kebutuhan susu di Tanah Air termasuk di Jabar selama ini tidak hanya berasal dari produksi lokal, tetapi juga impor. Ironisnya, hampir 75,95% kebutuhan susu tersebut justru dipasok dari luar negeri.Saat ini bea masuk impor susu sebesar 5%. Kami mendesak pemerintah agar menaikkan bea masuk itu menjadi 20%. Tujuannya, melindungi para peternak sapi perah domestik, kata Tendy Kusmayadi, Ketua Bidang Organisasi dan Kelembagaan Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jabar, kemarin. (Tribun Jabar)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top