'Mobil ramah lingkungan pantas diberi tax holiday'

JAKARTA: Staf Khusus Presiden bidang Lingkungan Agus Purnomo menilai mobil ramah lingkungan sebaiknya memperoleh tax holiday, untuk memacu penggunaan kendaraan eco car di dalam negeri.Agus berharap Kementerian Keuangan bisa memberi insentif fiskal lainnya
News Editor
News Editor - Bisnis.com 04 Juli 2011  |  04:29 WIB

JAKARTA: Staf Khusus Presiden bidang Lingkungan Agus Purnomo menilai mobil ramah lingkungan sebaiknya memperoleh tax holiday, untuk memacu penggunaan kendaraan eco car di dalam negeri.Agus berharap Kementerian Keuangan bisa memberi insentif fiskal lainnya selain penangguhan pajak untuk jangka waktu tertentu (tax holiday) tersebut.

Saya setuju ada insentif fiskal, termasuk pajak, bagi produk ramah lingkungan. Apakah insentif tersebut bentuknya adalah tax holiday, atau insentif fiskal yang lain, terserah Kementerian Keuangan, kata Agus melalui pesan singkat dari telepon genggamnya, ketika ditanya tentang kemungkinan pemerintah memberikan tax holiday pada eco car.Sebelumnya diberitakan bahwa pemerintah akan mempertimbangkan pemberian tax holiday melalui program low cost eco car, karena memenuhi kriteria sebagai sektor yang inovatif, membuka lapangan kerja, dan butuh investasi besar.Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pembahasan untuk mempertimbangkan jadi tidaknya low cost eco car mendapat tax holiday yang akan diberlakukan mulai Agustus ini rencananya dilakukan pada hari ini.[Low cost eco car] kriterianya masuk [untuk mendapat tax holiday]. Inovatif ada di situ, kemudian membuka lapangan kerja, investasi skala besar dan sangat diperlukan. [Tapi] jangan berspekulasi dulu, nanti Senin tanya saya lagi, kata Hatta (Bisnis, 28 Juni).(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top