Pendapatan premi Sun Life naik 22%

JAKARTA: PT Sun Life Financial membukukan pendapatan premi sebesar Rp189 miliar per kuartal I/2011, naik 22% dibandingkan dengan Rp154,9 miliar pada periode yang sama tahun lalu.Pendapatan premi bisnis baru naik 20% menjadi Rp88,7 miliar pada dibandingkan
Errol Poluan
Errol Poluan - Bisnis.com 31 Mei 2011  |  11:10 WIB

JAKARTA: PT Sun Life Financial membukukan pendapatan premi sebesar Rp189 miliar per kuartal I/2011, naik 22% dibandingkan dengan Rp154,9 miliar pada periode yang sama tahun lalu.Pendapatan premi bisnis baru naik 20% menjadi Rp88,7 miliar pada dibandingkan dengan Rp73,9 miliar pada kuartal I/2010. Produk unit linked berkontribusi sebesar 64% dan sisanya produk asuransi jiwa konvensional.Presiden Direktur Sun Life Bert Paterson mengatakan perseroan menargetkan pertumbuhan bisnis yang agresif karena peluang bisnis asuransi jiwa di Indonesia masih terbuka luas.Dia menuturkan penduduk Indonesia yang memanfaatkan keuangannya untuk berasuransi jiwa kurang dari 1% dari total pendapatan domestik bruto. Apabila dibandingkan dengan Inggris dengan penetrasi asuransi sekitar 9% dan India sebesar 4%-5%, artinya mayoritas penduduk Indonesia tidak memiliki asuransi, padahal Indonesia adalah negara rawan bencana alam."Salah satu tantangan bagi perusahaan asuransi jiwa adalah memberikan akses ke industri asuransi, seperti menawarkan produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan dan tarif premi terjangkau," ujarnya hari ini.Pria asal Skotlandia ini menjelaskan Sun Life gencar memaksimalkan kinerja beberapa jalur distribusi asuransi a.l. keagenan, bancassurance, dan telemarketing. Saat ini, jalur distribusi keagenan berkontribusi sebesar 70%, sedangkan bancassurance dan telemarketing sebesar 30%.Sun Life memiliki 200 tenaga telemarketing dan bekerja sama dengan bank ANZ, Citibank, BNI, BCA, Rabobank, Standard Chartered Bank, dan GE Money Indonesia dalam memasarkan produk asuransi jiwa.Dia mengatakan Sun Life memiliki sekitar 4.100 agen dan menargetkan penambahan jumlah agen mencapai 8.000 agen-9.000 agen pada tahun ini. (yes)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top