Jalan provinsi rusak di Sulsel capai 327,6 km

MAKASSAR: Berikut ini adalah ringkasan berita utama di kawasan timur Indonesia yang dimuat sejumlah surat kabar daerah, a.l. Bank Sulut raup dana Rp1,04 triliun, jalan provinsi rusak di Sulsel capai 327,6 kilometer, pemerintah Sulawesi Barat dinilai
Yusuf Waluyo Jati
Yusuf Waluyo Jati - Bisnis.com 31 Mei 2011  |  02:20 WIB

MAKASSAR: Berikut ini adalah ringkasan berita utama di kawasan timur Indonesia yang dimuat sejumlah surat kabar daerah, a.l. Bank Sulut raup dana Rp1,04 triliun, jalan provinsi rusak di Sulsel capai 327,6 kilometer, pemerintah Sulawesi Barat dinilai ragu setorkan modal, pembangunan bandara perintis terhambat anggaran, Bank Sulselbar resmikan 3 mobil kas keliling, populasi Honda Jazz di Makassar 3.775 unit, produksi rotan Sulawesi 15.048 ton, cegah dampak ACFTA, dan bentuk klaster industri.Pemprov Sulbar tunggu kepastian: Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat siap mengalokasikan dana penyertaan modal di PT Bank Sulselbar dalam APBD Perubahan 2011 jika pemegang saham bank ini telah menentukan porsi bagi daerah itu.Kesiapan tersebut disampaikan Gubernur Anwar Adnan Saleh saat dihubungi Bisnis, kemarin. Dia mengatakan Pemprov Sulbar kini dalam posisi menunggu. "Syarat agar kami bergabung sebagai pemegang saham adalah nama diubah menjadi Bank Sulselbar. Ini komitmen saya dengan Gubernur Syahrul Yasin Limpo. Sekarang kami menunggu kepastian hukumnya dan berapa porsi buat Sulbar," kata Anwar. (Sumber: Bisnis Indonesia Regional Timur)Bank Sulut raup Rp1,04 triliun: Enam kantor cabang dan cabang pembantu PT Bank Sulut di Pulau Jawa menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp1,04 triliun hingga Mei 2011. Direktur Utama Bank Sulut Jeffry Wurangian mengatakan nilai DPK tersebut setara dengan 26% total simpanan perseroan. Di luarSulut, bank ini memiliki kantor di Jakarta, Surabaya, Malang, dan Gorontalo. (Sumber: Bisnis Indonesia Regional Timur)Jalan provinsi rusak di Sulsel capai 327,6 kilometer: Sebanyak 26% atau 327,6 kilometer jalan provinsi di Sulawesi Selatan hingga kini masih dalam kondisi rusak berat dan ringan akibat umur jalan yang sudah tua, buruknya cuaca, serta muatan kendaraan yang berlebih.Kepala Dinas Bina Marga Sulsel Abdul Latif mengatakan panjang jalan provinsi di daerah itu mencapai 1.260,2 km. Kerusakan, kata dia, sangat mungkin kembali bertambah tahun ini karena faktor cuaca yang tak menentu. (Sumber: Bisnis Indonesia Regional Timur)Pemerintah Sulawesi Selatan Dinilai Ragu Setorkan Modal: Komisaris Utama Bank Sulselbar Andi Muallim menilai Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh ragu-ragu mengikuti langkah kabupaten menyetorkan saham dan modal inti. "Hingga kini Gubernur Sulawesi Barat belum member kejelasan penyetoran modal yang menjadi syarat pemegang saham," kata Andi Muallim di sela rapat umum pemegang saham Bank Sulselbar di Hotel Grand Clarion kemarin.Menurut Muallim, penyertaan modal di Bank Sulselbar sangat penting untuk memperkuat modal inti dan mengikuti BPD Regional Champion 2014. Program yang diselenggarakan Bank Indonesia menetapkan besaran modal inti minimal Rp1 triliun pada 2014. "Kalau tidak bisa, akan diusulkan penetapan anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan," kata Muallim. (Sumber: Koran Tempo Makassar)Pembangunan Bandara Perintis Terhambat Anggaran: Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung menyatakan pembangunan infrastruktur Bandara Aroepala Selayar, Buntu Kunik, dan Pontiku Rantetayo di Tanah Toraja berjalan lambat. "Ini akibat dukungan dari pemerintah pusat kecil," kata Theofilus sesuai rapat umum pemegang saham Bank Sulselbar di Hotel Grand Clarion kemarin.Padahal peningkatan sektor ekonomi dan pariwisata bergantung pada fasilitas infrastruktur udara dan darat. Infrastruktur bandara, menurut Theofilus, merupakan salah satu infrastruktur yang harus dipacu oleh pemerintah pusat. (Sumber: Koran Tempo Makassar)Bank Sulsebar Resmikan 3 Mobil Kas Keliling: Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meresmikan beroperasinya tiga mobil kas keliling Bank Sulselbar. Senin (30/5). Peresmian mobil keliling itu berlangsung pada Rapat Umum Pemegang saham (RUPS) PT Bank Sulselbar di Hotel Clarion Makassar, Senin (30/5).Mobil kas keliling ini untuk melayani nasabah dan meningkatkan pelayanan perbankan di daerah-daerah yang jauh jangkauannya dengan kantor kas Bank Sulselbar. (Sumber: Tribun Timur)Populasi Honda Jazz di Makassar 3.775 Unit: Apresiasi pasar Makassar terhadap mobil Honda Jazz dinilai cukup menggembirakan menajemen agen tunggal pemegang merek (ATPM) mobil Honda, PT Honda Prospect Motor. Managing Director PT Honda Prospect Motor, Robert S Gunawan, mengatakan, sejak pertama kali Honda Jazz diluncurkan, 2004 hingga saat ini, poplasi Jazz di Makassar mencapai 3.775 unit.Hal tersebut dijelaskan Robert di sela-sela acara pelincuran New Honda Jazz di Mal Panakkukang Square, sabtu (28/5) malam. Sukses penjualan di Makassar ini, menurutnya, terbesar kedua setelah Medan di luar Pulau Jawa. Sedangkan secara nasional populasi Honda Jazz mencapai 157.837 unit dengan penggunaan terbanyak berdomisili di Jakarta. (Sumber: Tribun Timur)Produksi Rotan Sulawesi 15.048 Ton: Pada 2010, produksi rotan Sulawesi mencapai 15.048 ton. Sebanyak 50 persen atau sekitar 7.524 ton dipasok ke industri meubel, setengahnya lagi diekspor ke luar negeri.Demikian diungkapkan Sekretaris Asosiasi Meubel Indonesia (Asmindo) Sulselbar, HA Mansyur AS, Senin, 30 Mei. Menurut Mansyur, untuk bisa melakukan kegiatan ekspor ke luar negeri, eksportir harus memasok terlebih dahulu ke industry meubel dalam negeri dengan volume yang sama. (Sumber: Fajar)Cegah Dampak ACFTA, Bentuk Klaster Industri: Sejak Asean China Free Trade Area (ACFTA) efektif berlaku 1 Januari 2010, perdagangan antara Asean dengan China meningkat beberapa kali lipat. Namun dekikian, kesepakatan ACFTA memberikan dampak tidak simetris terhadap neraca perdagangan Negara-negara Asean, khususnya lima Negara Asean yang tediri dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina.Dari lima Negara tersebut, Indonesia nejadi satu-satunya Negara yang mengalami deficit perdagangan dengan China. Pengamat ekonomi, Muhammad Syarkawi Rauf mengungkapan, sangat sulit bagi Indonesia untuk menghindari ACFTA. (Sumber: Fajar) (msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top