Investor baru BFI Finance tidak wajib tender offer

JAKARTA: Konsorsium investor baru PT BFI Finance Indonesia Tbk yang dipimpin Garibaldi Boy Thohir tidak diwajibkan melakukan penawaran tender (tender offer) karena tidak berniat menjadi pengendali baru perusahaan.Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan
Errol Poluan
Errol Poluan - Bisnis.com 31 Mei 2011  |  08:08 WIB

JAKARTA: Konsorsium investor baru PT BFI Finance Indonesia Tbk yang dipimpin Garibaldi Boy Thohir tidak diwajibkan melakukan penawaran tender (tender offer) karena tidak berniat menjadi pengendali baru perusahaan.Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Gonthor Ryantori Azis mengatakan laporan dari emiten dan pemegang saham baru perseroan sudah disampaikan pada 23 Mei dan 24 Mei."Hal itu juga merevisi pernyataan saya sebelumnya," ujarnya kepada pers siang ini. Sebelumnya, Gonthor mengatakan alasan tidak perlunya pemegang saham baru BFI Finance melakukan tender offer adalah karena investor baru itu sudah menjadi pengendali emiten perusahaan pembiayaan itu melalui beberapa penempatan direksi dan atau komisaris di manajemen perseroan (Bisnis, 30 Mei 2011).Konsorsium pemegang saham baru BFI Finance yang dipimpin Boy Thohir itu terdiri dari Trinugraha Capital & Co (TC&Co), TPG Capital, dan Northstar Equity Partners. Akuisisi senilai Rp1,44 triliun tersebut dilakukan pada sebanyak 44,95% saham perusahaan berkode saham BFIN itu melalui pasar saham.Gonthor mengatakan keterbukaan yang dilakukan BFI Finance sebagai pemilik saham dilakukan pada 23 Mei untuk memenuhi peraturan Bapepam-LK No.X.K.1 tentang Keterbukaan Informasi yang Harus Segera Diumumkan kepada Publik.Adapun, lanjutnya, keterbukaan yang dilakukan konsorsium investor emiten yang baru mengacu pada peraturan Bapepam-LK No.X.M.1 tentang Keterbukaan Informasi Pemegang Saham Tertentu.Saham perusahaan pembiayaan tersebut terapresiasi Rp150 atau sebesar 3,19% pada perdagangan saham siang ini ke level Rp4.850. Posisi itu membentuk rasio harga terhadap laba bersih per saham perseroan (PER) sebesar 9,91 kali dan kapitalisasi pasar Rp3,68 triliun.Bursa Efek Indonesia mencatat sebelum transaksi ini, saham perseroan dimiliki oleh Mellon Bank NA sebesar 5,21%, CS Securities Europe Ltd Prime Brokerage 15%, dan Deutche Bank AG London 17,19%. Pemegang saham lainnya adalah The Northern Trust sebesar 19,45%, Yan Peter Wangkar 0,01%, Francis Lay Sioe Ho 0,37%, Cornellius Henry Kho 0,20%, dan publik 42,57%.(yes)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top