5 Hal hambat percaya diri

Stres, emosi, kelembapan, panas dan gerakan ringan adalah lima penyebab keringat yang dapat menghambat percaya diri. Kelima hal itu dapat diatasi setiap hari agar tidak menghalangi perempuan dalam beraktivitas.
Abdalah Gifar
Abdalah Gifar - Bisnis.com 30 Mei 2011  |  15:50 WIB

Stres, emosi, kelembapan, panas dan gerakan ringan adalah lima penyebab keringat yang dapat menghambat percaya diri. Kelima hal itu dapat diatasi setiap hari agar tidak menghalangi perempuan dalam beraktivitas.

Percaya diri yang optimal dan sehat mutlak diperlukan. Untuk membangun percaya diri dibutuhkan tidak hanya dari penampilan luar, tetapi juga harus memunculkan potensi dalam diri sendiri.

Percaya diri banyak dipengaruhi oleh hal-hal yang bersifat emosional dan perasaan, baik dari diri sendiri maupun dari orang atau kelompok lain. Oleh karena itu emosi, perasaan dan imajinasi yang positif sangat dibutuhkan untuk tetap terjaga.

Hal itu terungkap dalam acara talkshow "Dealing with conflict in workplace" di Surabaya belum lama ini. Hadir dalam acara itu Satria Utama, Seniorr Brand Manager Rexona, PT Unilever Indonesia Tbk dan Rene Suhardono, seorang Career Coach.

Satria mengungkapkan alasan dipilih Surabaya karena udara kota itu yang panas serta karakter masyarakat yang agresif tentu dirasa sangat tepat untuk mengomunikasikan cara mengatasi kelima penyebab keringat itu.

"Hal ini menjadi alasan kami melaksanakan roadshow kampus ke kampus di Surabaya guna menghadirkan Rexona sebagai pendamping mereka dalam mendapatkan percaya diri sepenuhnya setiap saat," ujarnya.

Menurut Rene, karir adalah segala hal yang dikerjakan pada sebagian besar waktu saat mata terbuka. Karier adalah totalitas kehidupan profesional. Bukan hanya sekadar bicara pekerjaan atau proses mendapatkan uang, karier adalah segala hal yang berkaitan dengan passion dan tujuan hidup masing-masing.

Memiliki karier bersinar adalah keinginan setiap orang. Namun, untuk mencapainya tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Berkarier akan selalu bersentuhan dengan individu dan kepentingan lain yang diwarnai oleh potensi konflik.

Psikolog Ratih Ibrahim menjelaskan berdasarkan temuan lembagai psikologi UI bahwa enam dari 10 perempuan mempunyai masalah di tempat kerja. Hal ini disebabkan oleh ruang lingkup perempuan yang sangat kompleks yang menuntut mereka untuk menjalani semua peranannya dengan sebaik-baiknya.

"Adanya konflik juga dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan kinerja karyawan, penurunan motivasi kerja, adanya kekhawatiran serta adanya dampak emosional," katanya.

Menurut Ratih, banyak perempuan yang tidak menyadari bahwa stres, grogi, dan bentuk emosi apa pun dapat menyebabkan metabolisme tubuh mendadak meningkat sehingga keluar keringat. Bentuk emosi lainnya adalah tidak hanya marah atau kesal tetapi juga tertawa dan menangis.

Selalu percaya diri menjadi kunci untuk mengantisipasi dan agar kita selalu siap dalam menghadapi konflik apa pun. Percaya diri berlaku dinamis.

Dini Muharani, Rika dan Rekan Communications

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top