Pengamat: Kasus Nazaruddin lebih dahsyat dari Bank Century

JAKARTA: Pengamat Politik dari Universitas Indonesia Iberamsjah mengatakan kasus yang melibatkan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin akan memiliki dampak yang jauh lebih dahsyat daripada kasus Bank Century.Kasus ini akan lebih dahsyat
Yusuf Waluyo Jati
Yusuf Waluyo Jati - Bisnis.com 30 Mei 2011  |  07:32 WIB

JAKARTA: Pengamat Politik dari Universitas Indonesia Iberamsjah mengatakan kasus yang melibatkan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin akan memiliki dampak yang jauh lebih dahsyat daripada kasus Bank Century.Kasus ini akan lebih dahsyat dari kasus Bank Century dan diyakini akan membongkar perilaku koruptif maupun perilaku menyimpang lainnya dari kader-kader partai yang didirikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono, ujarnya kepada wartawan. Dia menambahkan kasus tersebut akan membuat citra partai rontok jauh ke bawah dari yang diperkirakan.Keterlibatan PD dalam kasus Bank Century menurutnya sulit dibuktikan secara langsung. Namun kasus Nazaruddin jelas melibatkan partai dan seluruh elitnya. Jabatan bendahara umum merupakan jabatan strategis dan merupakan motor dari sebuah organisasi termasuk partai, dimana semua gerakannya dan langkahnya pasti atas 'izin' dari para elit yang ada didalam.Dengan demikian, ujarnya, jadi aneh ketika seolah Ketua Dewan Pembina SBY, Ketua Umum Anas Urbaningrum dan Sekjen PD Edy Baskoro Yudhoyono tidak mengetahui hal itu. Secara organisasi dimanapun mereka seharusnya tahu dan tidak mungkin tidak tahu apa yang dilakukan bendahara umum. Jangan uangnya mereka terima, tapi tidak mau tahu sumbernya darimana, katanya.Nazaruddin kini kabur-kaburan, saya anggap wajar. Dia tentunya tidak mau disalahkan, imbuhnya. Dia juga yakin kasus itu akan merembet ke akar masalah yang ada di Partai Demokrat yang akan membuat struktur partai terganggu. Iberamsjah mengimbau KPK untuk sungguh-sungguh menuntaskan kasus itu agar semuanya bisa dibongkar dan dibersihkan. Selain kasus Nazaruddin Partai Demokrat juga tengah diterpa kasus yang dihadapi Ketua Divisi Komunikasi Partai Demokrat Andi Nurpati. Pernyataan Ketua MK, Mahfud MD yang telah melaporkan manipulasi yang dilakukan oleh Andi Nurpati juga harus bisa dijadikan pintu masuk memeriksa dirinya, ujarnya. (msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top