SBY: SMS itu fitnah, perbuatan tak beradab

JAKARTA: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan fitnah yang disebarluaskan a.l. lewat layanan pesan singkat (SMS) yang memojokkan dirinya sebagai perbuatan tidak beradab dan berita bohong.Kepala Negara juga menilai pihak yang melakukan penyebaran
News Editor
News Editor - Bisnis.com 30 Mei 2011  |  04:23 WIB

JAKARTA: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan fitnah yang disebarluaskan a.l. lewat layanan pesan singkat (SMS) yang memojokkan dirinya sebagai perbuatan tidak beradab dan berita bohong.Kepala Negara juga menilai pihak yang melakukan penyebaran finah tersebut sebagai sosok pengecut yang tidak bertanggung jawab terhadap apa yang dikatakan, karena tidak menampakkan diri. Mudah mudah apa yang saya sampaikan mewakili mereka semua yang selama ini jadi ajang ftnah dari mereka yang menurut saya kurang beradab, 1.000% tidak mengandung kebenaran, kata Presiden Yudhoyono kepada pers sebelum pesawat yang membawanya beserta rombongan lepas landas menuju Pontianak untuk kunjungan kerja selama 2 hari pada 30 - 31 Mei 2011.Presiden menilai teknologi informasi yang bisa dengan cepat menyebarluaskan informasi seperti SMS, twitter, website, Blackberry dan semua jenis media online bisa meningkatkan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.Namun, kata Kepala Negara, kenyataannya teknologi informasi tersebut juga digunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk menyebarluaskan fitnah serta melakukan pembunuhan karakter, dan sebagai media untuk mencaci maki.SMS, twitter, website, Blackberry dan semua jenis media online itu sungguh bisa meningkatkan kehidupan bangsa kita. Mencerdaskan kehidupan bangsa. Itu yang harus kitra lakukan. Bukan justru teknologi informasi, media online oleh mereka [digunakan untuk] sebarkan fitnah dan pembunuhan karakter, [serta untuk] caci maki, kata Presiden.Presiden mengatakan hal itu untuk menanggapi maraknya SMS akhir-akhir ini yang mengatasnamakan mantan bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin yang memfitnah Presiden Yudhoyono.(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top