Waduh, ada yang minta SBY mundur

JAKARTA: Sejumlah aktivis prodemokrasi mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengundurkan diri dari jabatannya karena dinilai telah kehilangan kepercayaan rakyat, tak memiliki visi kebangsaan dan berpihak pada kekuatan imperialisme asing.Ketua Umum
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Mei 2011  |  15:13 WIB

JAKARTA: Sejumlah aktivis prodemokrasi mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengundurkan diri dari jabatannya karena dinilai telah kehilangan kepercayaan rakyat, tak memiliki visi kebangsaan dan berpihak pada kekuatan imperialisme asing.Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) Agus Jabo Priyono mengatakan pemerintahan SBY telah gagal mengentaskan masalah-masalah mendasar bangsa seperti kesejahteraan rakyat, pluralisme, penegakan hukum, keamanan dan ketertiban, serta pendidikan.Sistem ekonomi kerakyatan, lanjutnya, justru direkayasa menjadi berhaluan neoliberalisme dan kolonialisme sehingga politik investasi dan perdagangan sarat kepentingan imperialisme asing. Sementara itu, segelintir elite politik berperan menjadi calo anggaran untuk berebut proyek dengan memanipulasi anggaran negara dan daerah untuk kepentingan kelompoknya. "Tak ada lagi yang bisa diharapkan dari rezim SBY. Gerakan nasional dan pemuda harus bisa segera menghentikan rezim nekolim SBY-Boediono yang korup dan manipulatif," katanya dalam diskusi di Doekoen Caf sore ini.Koordinator Gerakan Oposisi Nasional Effendi Saman mengatakan sebagian besar politisi Senayan justru sedang mempertontonkan kepada rakyat aksi demoralisasi dari berbagai aspek politik sementara SBY-Boediono hanya bisa mendiamkan praktik mafia anggaran di DPR."Di balik politik pencitraannya, rezim ini sesungguhnya melakukan kejahatan sistemik dengan menumpuk aset-aset kekayaan untuk Pemilu 2014. Sayangnya, politik pencitraan telah berhasil memanipulasi dan mengelabui kesadaran rakyat. Karena itu, tak ada alasan mempertahankan SBY-Boediono hingga 2014. Gerakan oposisi justru menuntut mereka mundur," katanya. Koordinator Petisi 28 Haris Rusly Moti mengatakan kelompok oposisi penentang rezim SBY akan bergabung menggelar kongres pemuda pergerakan menyuarakan perlawanan atas rezim nekolim tersebut besok di Gedung Juang 1945 Jakarta Pusat mulai pukul 11.00 WIB. (ea)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top