Nurdin: Peluang RI lolos dari sanksi FIFA kecil

BANDUNG: Mantan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mengemukakan kemungkinan Indonesia lolos dari hukuman federasi sepakbola dunia atau FIFA sangat kecil, karena kegagalan Kongres di bawah Komite Normalisasi disaksikan langsung oleh perwakilan organisasi itu.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 Mei 2011  |  13:00 WIB

BANDUNG: Mantan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mengemukakan kemungkinan Indonesia lolos dari hukuman federasi sepakbola dunia atau FIFA sangat kecil, karena kegagalan Kongres di bawah Komite Normalisasi disaksikan langsung oleh perwakilan organisasi itu.

Kemungkinan itu sama sukarnya seperti meloloskan diri dari lubang jarum. Meski demikian, saya secara pribadi berusaha agar hukuman itu tidak diberlakukan, ujar Nurdin Halid kepaa wartawan seusai peluncuran program kerja Dewan Koperasi Indonesia di Gedung Senbik, Bandung, Jawa Barat, hari ini.

Dia mengaku memiliki hubungan atau jalur khusus dengan petinggi FIFA, dan mengharapkan hubungan baik itu bisa melepaskan Indonesia dari ancaman akibat kegagalan Komite Normalisasi (KN) di bawah mantan Ketua Umum PSSI Agum Gumelar.

Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) tersebut menjelaskan hubungan baik yang dijalinnya dengan petinggi FIFA terbukti ampuh ketika pertama kali terjadi kegagalan Kongres PSSI di Riau, Pekan Baru, pada Maret tahun ini. Ketika itu FIFA tidak menjatuhkan sanksi dalam bentuk apapun. Namun, untuk menyelamatkan Indonesia dari hukuman akibat kegagalan Kongres kedua kali di Jakarta, menurut dia, cukup berat karena ketika itu dihadiri langsung oleh pejabat FIFA.

Meski demikian, ujarnya, secara pribadi dirinya tidak menginginkan hukuman dijatuhkan kepada Indonesia (PSSI), karena dampaknya sangat luar biasa bagi masa depan atlet sepakbola maupun organisasi sepakbola nasional.

Saya bisa mengatakan bahwa sekitar 99,99% dari seluruh penduduk Indonesia tidak menginginkan sanksi FIFA dijatuhkan. Saya meyakini hal itu, akan tetapi apakah ada kemungkinan yang bisa menggagalkan hukuman itu, kata Nurdin.

Dia mengharapkan agar sistem jumlah suara yang saat ini diberlakukan PSSI dalam Kongres direvisi kembali, sebab tidak kondusif lagi dengan kondisi sekarang. Dia menyarankan hak pilih kembali diberikan kepada seluruh lapisan pengurus. Misalnya, setiap pengurus tingkat provinsi (Komda), tingkat kabupaten (Pengcab), serta klub mempunyai hak pilih. Sistem ini dinilainya bisa mengeliminir kepentingan tertentu seperti yang terjadi dalam kegagalan dua kali Kongres.(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top