Akankah Indonesia lolos dari sanksi FIFA?

JAKARTA: Indonesia tak masuk agenda sanksi khusus Badan Sepak Bola Dunia atau Federation International Football Association (FIFA) dalam kongres tahunan di Zurich, Swiss, pada akhir bulan ini. Akankah Indonesia lolos dari sanksi akibat kegagalan sidang
M. Faisal
M. Faisal - Bisnis.com 28 Mei 2011  |  10:30 WIB

JAKARTA: Indonesia tak masuk agenda sanksi khusus Badan Sepak Bola Dunia atau Federation International Football Association (FIFA) dalam kongres tahunan di Zurich, Swiss, pada akhir bulan ini. Akankah Indonesia lolos dari sanksi akibat kegagalan sidang 20 Mei lalu?

Berdasarkan publikasi pada situs FIFA hari ini, federasi sepak bola itu akan melakukan kongres pada 31 Mei hingga 1 Juni 2011. FIFA akan mengadakan kongres tahunan untuk memilih presiden baru.Namun, dari agenda FIFA yang tercantum dalam situs resminya, tak ada pembahasan sanksi untuk Indonesia. Yang ada hanyalah membahas sanksi yang menimpa Bosnia Herzegovina dan Brunei Darussalam. "Agenda evaluasi suspensi Brunei dan Bosnia," tulis agenda kongres di situs FIFA seperti dikutip Bisnis.com, hari ini.Bosnia dan Brunei sama-sama dikenai sanksi oleh FIFA, karena penyusunan pengurus asosiasi bola setempat melanggar statuta. Sejak dikenai sanksi pada April lalu, Federasi Sepak Bola Bosnia telah mengadopsi statuta baru pada 26 Mei sebagai upaya untuk mengakhiri hukuman larangan bertanding internasional yang dijatuhkan FIFA dan Badan Sepak Bola Eropa (UEFA)."Sidang umum federasi secara aklamasi dengan 55 suara mendukung statuta baru," kata seorang anggota komisi normalisasi Dino Begic, yang dibentuk oleh FIFA yang bertugas memperbaiki sepak bola Bosnia, seperti dikutip Antara.FIFA dan UEFA pada 1 April, menghukum Bosnia bertanding di tingkat internasional dan Eropa setelah Federasi Sepak Bola Bosnia (NSBIH) gagal mengadopsi statuta yang menghendaki hanya ada satu kepemimpinan dan bukan tiga presiden sepakbola yang terdiri satu pimpinan dari Kroasia, satu Muslim dan satu dari Serbia.Adapun, Federasi Sepakbola Brunei Darussalam mendapatkan sanksi dari FIFA pada 2009. Namun, belum diketahui apakah negara tersebut sudah melakukan pembenahan internal untuk lepas dari jerat sanksi FIFA.FIFA memberikan sanksi pada Federasi Sepakbola Brunei setelah adanya intervensi pemerintah. Sultan Brunei membentuk kepengurusan baru federasi sepak bola di negaranya pada Desember 2008. Hingga sekarang, skors tersebut masih belum dicabut oleh FIFA.Pascakegagalan sidang luar biasa pada 20 Mei lalu, Komite Normalisasi PSSI pada 26 Mei telah mengirimkan mengirimkan surat kepada Presiden FIFA Sepp Blatter. Isi surat itu berupapermohonan maaf agar Indonesia tidak dijatuhi sanksi.Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar dan Plt Sekjen PSSI Djoko Driyono pada 27 Mei juga berangkat ke Zurich untuk melaporkan seluruh kejadian di kongres.Ruang untuk Indonesia tak mendapatkan sanksi masih terbuka, karena berdasarkan statuta FIFA sanksi bisa diberikan jika asosiasi bola melanggar statuta dan ada intervensi pemerintah. Kegagalan kongres pada 20 Mei untuk memilih ketua PSSI bukan semata-mata melanggar statuta, melainkan pertikaian kubu pendukung Arifin Panigoro-George Toisuta dengan Komite Normalisasi akibat tak diloloskan dalam bursa ketua PSSI.FIFA sendiri sudah beberapa kali menjatuhkan sanksi kepada negara-negara yang mereka anggap melanggar aturan. Namun, sebelum menjatuhkan sanksi, induk organisasi sepak bola dunia itu biasanya memberi peringatan terakhir.Jarak antara keluarnya peringatan terakhir hingga tenggat yang diberikan FIFA beragam. Ada yang cuma beberapa hari, ada pula yang sampai 3 bulan. (spr)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top