Plaza Indonesia bidik pertumbuhan 10,97% tahun ini

JAKARTA: PT Plaza Indonesia Realty Tbk menargetkan pendapatan sebesar Rp900 miliar pada tahun ini, atau naik 10,97% dibandingkan dengan Rp811 miliar pada tahun lalu.Direktur dan Chief Financial Officer Plaza Indonesia Lucy Suyanto mengatakan perseroan
Errol Poluan
Errol Poluan - Bisnis.com 27 Mei 2011  |  07:19 WIB

JAKARTA: PT Plaza Indonesia Realty Tbk menargetkan pendapatan sebesar Rp900 miliar pada tahun ini, atau naik 10,97% dibandingkan dengan Rp811 miliar pada tahun lalu.Direktur dan Chief Financial Officer Plaza Indonesia Lucy Suyanto mengatakan perseroan optimistis dapat mencapai target pendapatan yang ditetapkan tersebut, melihat kondisi ekonomi dan politik yang terus membaik."Dengan politik yang stabil dan ekonomi yang membaik, dampaknya positif sekali bagi industri perhotelan kita. Pada kuartal I/2011 Hotel Grand Hyatt Jakarta juga menunjukkan performa di atas target yang kami patok," ujarnya dalam siaran pers yang dikirimkan kepada otoritas bursa hari ini.Lucy menambahkan pada tahun ini perseroan mengalokasikan dana US$30 juta untuk belanja modal (capex). Dia menuturkan dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan Hotel The Luxury Collection US$20 juta dan renovasi Grand Hyatt Jakarta US$5 juta.Selain itu, tuturnya, dana capex juga akan digunakan untuk perawatan Plaza Indonesia Shopping Center US$4 juta dan perawatan office tower sebesar US$2 juta. Dana capex tersebut diperoleh dari penjualan Plaza Indonesia Entertainment X'nter (EX)."Tahun lalu, kami menjual tanah dan bangunan EX kepada CSMI senilai US$71 juta. Dana tersebut cukup untuk membiayai capex perseroan tahun ini," paparnya.Selama kuartal pertama tahun ini, perseroan berhasil mencatat pendapatan usaha sebesar Rp214,85 miliar, tumbuh 10,5% dibandingkan dengan pendapatan perusahaan pada periode yang sama tahun lalu yang tercatat Rp194,41 miliar. Selama tahun lalu, perseroan mencetak pendapatan Rp811,31 miliar atau naik 23,9% dibandingkan dengan Rp654,77 miliar pada 2009.Laba bersih perseroan naik 77,9% menjadi Rp520,41 miliar dibandingkan dengan sebelumnya Rp292,52 miliar. Dengan pencapaian laba bersih tersebut, perseroan memutuskan akan membagikan dividen senilai Rp2,5 per saham atau total sebesar Rp8,8 miliar. "Rencananya dividen akan kami bayarkan pada 9 September mendatang. Selain dibagikan dalam bentuk dividen, laba bersih juga kami gunakan untuk cadangan wajib sebesar 20% dari modal ditempatkan dan disetor," ungkap Lucy. (yes)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top