Peluang membangun kota satelit terbuka

JAKARTA: Ketidaknyamanan masyarakat atas kehidupan perkotaan yang dianggap jauh dari ideal semakin membuka peluang para pengembang membangun kota-kota swasta baru atau kota satelit.Kepala Bidang Perkotaan dan Permukiman Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia
Fatkhul-nonaktif
Fatkhul-nonaktif - Bisnis.com 27 Mei 2011  |  11:49 WIB

JAKARTA: Ketidaknyamanan masyarakat atas kehidupan perkotaan yang dianggap jauh dari ideal semakin membuka peluang para pengembang membangun kota-kota swasta baru atau kota satelit.Kepala Bidang Perkotaan dan Permukiman Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) Hari Ganie mengatakan kota-kota baru swasta tersebut semakin menjamur di kota metropolitan selaras dengan ketidakmampuan pihak pengelola kota untuk menjawab kenyamanan yang diinginkan masyarakat.Apalagi, sambungnya jumlah penduduk di Indonesia terus bertambah setiap tahun sehingga kebutuhan masyarakat atas tempat tinggal nyaman huni terus bertumbuh. Sensus terakhir yang dilakukan pada tahun 2010 mencatat pertambahan penduduk Indonesia sebanyak 3 juta orang pertahun atau setara dengan jumlah penduduk di Kota Bogor. "Kalau pihak pengelola kota tidak bisa menjawab tantangan atas permasalahan tersebut, swasta akan masuk memberikan berbagai kelebihan dengan membangun kota baru yang menjanjikan banyak hal yang lebih baik dibandingkan kota besar tersebut," ujarnya di Gedung Kementerian PU, hari ini.Pasalnya, kota baru yang dibangun pihak pengembang tersebut terus memperbaharui kondisi lingkungan yang disesuaikan demi memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat kota. Misalnya dengan menyediakan lingkungan yang tertata, persediaan ruang hijau yang luas, kualitas jalan yang terawat, serta service center."Lingkungan perumahan itu tertata dengan baik sehingga tidak heran semakin banyak masyarakat yang ingin tinggal di sana," katanya. Saat ini saja, telah ada sekitar 30 an kota baru swasta yang berada di Jabodetabek diantaranya BSD, Alam Sutera, Karawaci, Sentul City, dan sebagainya. Selain itu juga telah muncul berbagai kota baru di kota Metropolitan lainnya seperti Medan, Bandung, Surabaya, Denpasar, dan Makasar"Kawasan-kawasan tersebut akan terus bertambah seiring dengan ketikdaknyamanan masyarakat hidup di kota besar."Berdasarkan hasil Survey Most Livable City Index 2011 (indeks persepsi kenyaman kota) yang dilaksanakan oleh IAP di 15 kota besar di Indonesia pada Oktober 2010-Maret 2011, hanya 54,26% penduduk kota di Indonesia yang merasa nyaman tinggal di kotanya.Hal ini memperlihatkan bahwa kota-kota tersebut masih berada dalam kondisi yang jauh dari ideal. (gak)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top